Lafal Doa Nabi Yunus, Keutamaan dan Kisahnya

Lafal Doa Nabi Yunus, Keutamaan dan Kisahnya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 06 Mar 2026 12:30 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa seperti Doa Nabi Yunus/Foto: chatGPT
Balikpapan -

Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui doa, seorang hamba menyampaikan harapan, permohonan, dan pengampunan kepada Allah SWT.

Doa juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ada salah satu doa yang dikenal memiliki keutamaan besar, yaitu doa Nabi Yunus AS.

Doa ini dipanjatkan ketika beliau berada dalam keadaan sangat sulit, saat berada di dalam perut ikan paus. Doa ini kemudian dikenal sebagai doa untuk memohon pertolongan kepada Allah, terutama ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan, kesedihan, atau masalah berat dalam hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu bagaimana kisah di balik doa Nabi Yunus? Apa saja keutamaannya? Bagaimana doanya? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut detikKalimantan berikan penjelasan selengkapnya.

Di Balik Doa Nabi Yunus

Nabi Yunus AS merupakan salah satu nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk mengajak kaumnya meninggalkan penyembahan berhala dan beriman kepada Allah SWT. Kaum yang beliau dakwahi bernama kaum Ninawa yang berada di wilayah Irak, tepatnya di daerah Mosul, seperti yang dijelaskan dalam karya Syafi'i berjudul Kisah Nabi Yunus Dalam Al-Quran dan Al-Kitab.

Namun dalam perjalanan dakwahnya, kaum Ninawa menolak ajakan Nabi Yunus. Mereka tetap bersikeras menyembah berhala dan tidak mau bertobat.

Penolakan tersebut membuat Nabi Yunus merasa sangat kecewa. Karena perasaan tersebut, Nabi Yunus memutuskan meninggalkan kaumnya dan menaiki sebuah kapal untuk pergi dari daerah tersebut.

Dalam perjalanan, kapal yang ditumpangi mengalami kelebihan muatan sehingga hampir tenggelam. Para penumpang kemudian melakukan undian untuk menentukan siapa yang harus turun dari kapal agar kapal menjadi lebih ringan.

Undian tersebut jatuh kepada Nabi Yunus AS, sehingga beliau pun menceburkan diri ke laut. Pada saat itulah Allah SWT menakdirkan Nabi Yunus ditelan oleh seekor ikan paus (Nun) besar.

Di dalam perut ikan paus yang gelap gulita itulah Nabi Yunus memanjatkan doa kepada Allah SWT sebagai bentuk pengakuan kesalahan dan permohonan ampun.
Doa tersebut adalah yang kita kenal sekarang sebagai Doa Nabi Yunus.

Keutamaan Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus dikenal memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam yang mengamalkannya. Dalam berbagai keterangan ulama disebutkan bahwa doa ini dapat menjadi sebab dikabulkannya permohonan seseorang kepada Allah SWT.

Dilansir dari detikHikmah yang mengutip buku Dahsyatnya Doa Para Nabi, doa Nabi Yunus memiliki keistimewaan yang sangat besar apabila dibaca dengan penuh keikhlasan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga membaca doa berikut ketika sedang menghadapi kesedihan.

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Laailaaha illalloohul 'azhiimil haliim, laa ilaaha illalloohu robbul 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul 'arsyil kariim.

Artinya: Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Santun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arsy yang agung. HR. Bukhari dan Muslim.

Doa ini dikenal dengan sebutan Doa Al-Kurb, yaitu doa ketika seseorang berada dalam kesusahan atau kesedihan. Dalam NU Online juga dijelaskan, keutamaan membaca doa Nabi Yunus terutama di waktu mustajab seperti pada malam Nisfu Sya'ban disampaikan oleh as-Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qadir Qudus Al-Makki As-Syafi'i dalam kitab Kanzun Najah was Surur fil Ad'iyyah al-Ma`tsurat allati Tasyrahu as-Shuduur.

فائدة (في دعاء سيدنا يونس عليه الصلاة والسلام) ذكر بعض الصالحين: أن من قرأ: (لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظِّالِمِيْنَ) ليلة النصف من شعبان بعدد حروفها بحساب الجمل: وهو عدد (٢٣٧٥) خمسة وسبعون وثلاث مئة ألفان؛ فإن تلاوة هذه الآية في هذه الليلة بالعدد المذكور تكون أمانا في ذلك العام من البلايا والأوهام قلت : كيف لا تكون أماناً؟ وقد روى ابن عباس رضي الله تعالى عنهما ، عنه عليه الصلاة والسلام قال : لقد كان دعاء أخي يونس عجيباً : أوله تهليل، وأوسطه تسبيح، وآخره إقرار بالذَّنْبِ : لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ﴾ ما دعا به مهموم ولا مغموم ولا مكروب ولا مديون في يوم ثلاث مرات إلا استجيب له إلى غير ذلك من الأحاديث المجموعة في (خزينة الأسرار) وغيرها

Artinya: Faedah (Tentang Doa Sayyidina Yunus 'alaihis shalatu was salam). Sebagian orang-orang saleh menyampaikan bahwa, siapa saja yang membaca: (Lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn) di malam Nisfu Sya'ban sejumlah hitungan hurufnya, yakni sejumlah 2375 kali, maka orang yang membaca ayat ini di malam ini (malam Nisfu Sya'ban) dengan hitungan tersebut, akan berada dalam keadaan aman dari bencana dan musibah di tahun tersebut.

Beberapa manfaat lain dari membaca Doa Nabi Yunus antara lain:

  • Menjadi sebab dikabulkannya doa
  • Memberi kekuatan dalam menghadapi kesulitan hidup
  • Mendatangkan pertolongan dari Allah SWT
  • Menjadi bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah

Doa Nabi Yunus Arab, Latin, dan Artinya

Doa Nabi Yunus yang terkenal dipanjatkan ketika beliau berada di dalam perut ikan paus adalah sebagai berikut.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin

Artinya: Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.

Doa tersebut merupakan bagian dari firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, tepatnya dalamSurat Al-Anbiya ayat 87. Adapun ayat lengkapnya adalah sebagai berikut:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ

Wa dzan-nuuni idz dzahaba mughadhiban fazhanna an lan naqdiro 'alaihi fanada fidz-dzulumati an la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin.

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al-Anbiya'[21]:87).

Kisah Nabi Yunus memberikan banyak pelajaran penting bagi umat Islam. Saat berada dalam kesulitan yang sangat besar di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus tidak berputus asa. Beliau justru mengakui kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Ketulusan dalam berdoa itulah yang membuat Allah SWT mengabulkan permohonannya. Setelah berada di dalam perut ikan paus selama kurang lebih 40 hari, Nabi Yunus akhirnya diselamatkan oleh Allah.

Dari kisah ini, umat Islam dapat mengambil banyak keteladanan. Di antaranya adalah pentingnya kesabaran, keikhlasan dalam bertaubat, serta keyakinan bahwa Allah selalu mendengar doa hamba-Nya.

Doa Nabi Yunus juga mengajarkan bahwa dalam kondisi sesulit apa pun, seorang muslim tetap harus memohon pertolongan kepada Allah SWT dan tidak pernah kehilangan harapan atas rahmat-Nya.

Semoga doa ini bermanfaat dan membawa kebaikan serta pengampunan bagi detikers yang memanjatkannya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Iran Tegaskan Siap Berperang Maupun Bernegosiasi dengan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads