Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Lapas Kelas IIA Samarinda tidak hanya diisi dengan menunggu azan magrib. Sejumlah warga binaan duduk melingkar sambil melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Tadarus itu menjadi cara mereka mengisi waktu ngabuburit selama Ramadan.
Salah satu warga binaan, Muhammad Harianto (47), mengatakan kegiatan mengaji sebenarnya sudah berlangsung setiap hari di dalam lapas. Namun selama Ramadan, kegiatan tersebut ditambah dengan tadarus.
"Kalau hari biasa habis salat zuhur kita ngaji bersama untuk berbagi ilmu. Kalau Ramadan ada tambahan tadarus," kata Harianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, tadarus dimulai setelah salat zuhur hingga menjelang asar. Usai salat asar, kegiatan kembali dilanjutkan sampai mendekati waktu berbuka puasa.
"Setelah buka puasa kita istirahat dulu. Nanti habis salat tarawih baru dilanjutkan lagi tadarus," ujarnya.
Harianto menyebut warga binaan yang mengikuti kegiatan mengaji cukup banyak. Sekitar 100 orang ikut belajar membaca Al-Qur'an. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan dibimbing oleh delapan warga binaan yang bergantian mengajar.
"Yang ngajar bukan saya saja. Ada sekitar delapan orang yang ikut mengajar," katanya.
Pria yang telah tiga tahun menjalani masa pembinaan itu mengaku tergerak berbagi ilmu karena ingin memanfaatkan waktu selama berada di lapas.
"Di sini waktunya luas, sayang kalau dibuang sia-sia. Kebetulan kita punya sedikit ilmu, jadi kita saling berbagi dengan teman-teman," tuturnya.
Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda Yohanis Varianto mengatakan pembinaan keagamaan memang menjadi salah satu kegiatan utama bagi warga binaan selama Ramadan. Untuk mengisi luang sembari menunggu berbuka.
"Pelaksanaan kegiatan dalam rangka bulan Ramadan ini di antaranya pengajian dan tadarusan bagi warga binaan," kata Yohanis.
Ia menjelaskan pembinaan keagamaan sebenarnya telah berjalan rutin di dalam lapas. Namun selama Ramadan, kegiatan tersebut semakin ditingkatkan.
"Selama bulan Ramadan mereka diberikan kegiatan pembinaan keagamaan, baik dari teman-teman Kementerian Agama maupun dari masyarakat luar," ujarnya.
Yohanis berharap kegiatan tersebut dapat memberi dampak positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan keagamaan itu, warga binaan diharapkan dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik serta memperkuat nilai-nilai spiritual selama berada di dalam lapas.
Selain mengaji dan tadarusan, hari ini warga binaan juga diberi kesempatan untuk bisa buka bersama dengan keluarga tercinta. Agenda ini juga dilakukan oleh Lapas Samarinda secara rutin di bulan Ramadan.
"Dalam satu minggu kita jalankan dua kali kegiatan kunjungan bagi warga binaan dengan keluarga, sekaligus untuk berbuka puasa bersama," kata Yohanis.
Ia menjelaskan keluarga yang datang dapat bersilaturahmi langsung dengan warga binaan hingga waktu berbuka puasa. Kegiatan itu juga diharapkan memberi dukungan moral bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
"Keluarga bisa datang bersama-sama untuk bersilaturahmi sampai berbuka puasa," kata dia.
Menurutnya, tidak ada batasan kuota khusus bagi keluarga yang ingin mengikuti buka puasa bersama tersebut. Selama memenuhi syarat administrasi, keluarga dapat datang untuk bertemu warga binaan.
"Secara administrasi hanya menunjukkan identitas seperti KTP dan data diri saja," jelasnya.
Meski begitu, setiap barang bawaan dari keluarga tetap melalui pemeriksaan petugas untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam lapas.
Yohanis berharap momen Ramadan ini dapat memberi dampak positif bagi warga binaan, terutama dalam menjaga hubungan dengan keluarga.
"Dengan adanya silaturahmi keluarga dengan warga binaan, diharapkan mereka bisa lebih termotivasi menjalani pembinaan di dalam lapas," pungkasnya.
Simak Video "Eksplorasi Jalanan Malam di Kawasan Tepian Berau, Kalimantan Timur "
[Gambas:Video 20detik]
(sun/aau)
