Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan THR bagi ASN pusat, daerah, TNI, Polri, hingga pensiunan dibayarkan secara penuh alias 100%. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 55 triliun.
Dikutip detikFinance, Airlangga mengatakan komponen THR tahun ini tidak dipotong sama sekali. Seluruh komponen akan dibayarkan 100% sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Nah, komponen yang dibayarkan 100% penuh meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
Ia juga menjelaskan total anggaran tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran THR ASN, TNI, Polri serta pensiunan disiapkan sebesar Rp 49 triliun. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 10%.
"Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 55 triliun dibandingkan tahun lalu. Ini meningkat tahun lalu Rp 49 triliun, naik 10%," jelasnya.
Sementara itu, rincian alokasi anggaran THR di tahun ini meliputi Rp 22,2 triliun untuk 2,4 juta ASN Pusat dan TNI/Polri, kemudian Rp 20,2 triliun untuk 4,3 juta ASN daerah, dan Rp 12,7 triliun untuk 3,8 juta pensiunan.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan pemberian THR berbeda dengan gaji ke-13. Meski keduanya merupakan tunjangan bagi ASN, waktu pencairannya berbeda.
"Jadi, saya garisbawahi bahwa THR ini tidak sama dengan gaji ke-13. Gaji ke-13 biasanya diberikan di bulan Juni," imbuhnya.
Baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Video: Desa Sriwulan di Kendal Bagi-bagi THR Rp 1 Juta ke Warga"
(sun/des)