Truk Kontainer Ambles di Jembatan Karang Anyar Tarakan Bikin Macet

Truk Kontainer Ambles di Jembatan Karang Anyar Tarakan Bikin Macet

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 24 Feb 2026 11:45 WIB
Truk amblas di Jembatan Karang Anyar Tarakan.
Truk ambles di Jembatan Karang Anyar Tarakan. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Tarakan -

Sebuah truk pengangkut kontainer ambles di atas sebuah jembatan kecil di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Posisi truk yang tersangkut memakan separuh badan jalan hingga memicu kemacetan lalu lintas.

Pantauan detikKalimantan di lokasi, truk berukuran besar tersebut tampak tak berkutik setelah ambles. Posisi badan truk yang melintang sangat mengganggu arus lalu lintas, terlebih Jalan Slamet Riyadi memang dikenal sebagai kawasan yang rawan macet.

Seorang warga setempat, Toni Bakar, menduga amblesnya truk tersebut karena struktur jembatan yang tidak mampu menahan beban kendaraan. Ia menyebut insiden itu terjadi sejak pagi hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya enggak tahu pastinya, apakah truk itu mau keluar atau masuk. Yang pasti saya sudah lihat mobil itu memagar jalan hampir setengah, kejadian sekitar 09.30 Wita," ucap Toni saat ditemui di Jalan Slamet Riyadi.

Sementara itu, warga lainnya bernama Amran mengatakan kawasan tersebut sudah kerap kali menjadi langganan macet gara-gara aktivitas truk kontainer. Ia pun menyentil pemerintah yang dinilai tak kunjung menemukan solusi.

"Ini kejadian kesekian kali terjadi, permasalahan kemacetan disebabkan truk kontainer menjadi masalah yang tidak pernah habis. Pemerintah rapat terus, tapi tidak selesai," beber Amran kesal.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk mengurai kemacetan. Ps Kanit Patwal Satlantas Polres Tarakan Aiptu Hermanto menjelaskan bahwa truk tersebut tersangkut karena ban belakangnya terperosok.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat jam 09.48 WITA, kami dari Patwal Satlantas Polres Tarakan kurang lebih 15 menit langsung ke TKP. Ini diakibatkan ban belakang truk amblas masuk parit," jelas Aiptu Hermanto kepada detikKalimantan.

Hermanto menyebut kemacetan di lokasi sempat berlangsung sekitar 1 jam. Hal ini lantaran proses evakuasi harus menunggu kendaraan alat berat datang.

"Kemacetan kurang lebih 1 jam karena mobil bantuan belum datang. Adapun mobil bantuan yang membantu (menarik) yakni mobil truk Fuso," pungkasnya.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads