Viral MBG Ditolak karena Telat Datang, Kepala SPPG Lanud Supadio Minta Maaf

Viral MBG Ditolak karena Telat Datang, Kepala SPPG Lanud Supadio Minta Maaf

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 20 Feb 2026 11:03 WIB
Viral PAUD di Kubu Raya tolak MBG karena diantar saat murid sudah pulang. (Istimewa)
Foto: Viral PAUD di Kubu Raya tolak MBG karena diantar saat murid sudah pulang. (Istimewa)
Kubu Raya -

Video penolakan pengiriman Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), viral di media sosial. Narasi dalam video disebut mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) TNI AU datang terlambat saat murid sudah pulang.

Pihak sekolah menolak ompreng MBG lantaran kegiatan belajar mengajar telah usai. Mobil pengantar datang pukul 11.00 WIB sementara murid PAUD pulang pukul 09.30 WIB.

Belakangan diketahui, kejadian ini terjadi di PAUD Kuala Karya, Desa Kuala 2, Kecamatan Sungai Raya, pada pekan lalu. Pihak sekolah bersama wali murid memutuskan menolak MBG yang datang terlambat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menilai keterlambatan bukan kali pertama terjadi. Bahkan sebelumnya, disebutkan sempat ditemukan menu dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Seorang guru setempat menyebut kejadian ini adalah puncak kekecewaan terhadap pengelolaan dapur MBG yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kualitas makanan. Setelah viral, pihak SPPG baru menyampaikan permintaan maaf.

Kepala SPPG Lanud Supadio SPO 2, Fani Noviyanti, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia didampingi pengawas keuangan Amel dan pengawas gizi Eca, mengucap maaf dalam keterangannya.

"Pertama-tama, saya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi yang terjadi dan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pihak sekolah dan wali murid," ujar Fani, dikutip dari pernyataan resminya yang diterima detikKalimantan pada Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan tanggung jawab operasional produksi dan distribusi sepenuhnya berada pada SPPG yang dipimpinnya. Maka, segala bentuk evaluasi dan perbaikan menjadi tanggung jawab resmi pihaknya.

Fani mengakui adanya kekecewaan dari pihak sekolah, termasuk terkait kualitas menu yang dipersoalkan. Menurutnya, setiap laporan dan masukan menjadi perhatian serius.

"Saat ini kami telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pemilihan bahan, pengolahan, hingga sistem distribusi guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.

Ia juga menegaskan pelaksanaan teknis kegiatan berada dalam ranah operasional SPPG. Ke depan, pihaknya berkomitmen meningkatkan ketepatan waktu distribusi, memperketat pengawasan kualitas makanan, serta membuka ruang komunikasi lebih intensif dengan pihak sekolah dan wali murid.

"Kami percaya bahwa perbaikan dapat dilakukan melalui koordinasi dan itikad baik semua pihak," tutupnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pelaksanaan Program MBG di Kalbar yang sebelumnya juga sempat menjadi perhatian publik terkait kualitas dan distribusi makanan, hingga peristiwa keracunan massal.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads