Perbaiki Jembatan Ambruk di Nunukan, Warga Bawa Gergaji Mesin

Perbaiki Jembatan Ambruk di Nunukan, Warga Bawa Gergaji Mesin

Oktavian Balangjem - detikKalimantan
Selasa, 17 Feb 2026 13:15 WIB
Alat Berat Terperosok di Jembatan Pa Kebuan, Krayan Timur, Nunukan.
Foto: Alat Berat Terperosok di Jembatan Pa' Kebuan, Krayan Timur, Nunukan. (dok Istimewa)
Nunukan -

Jembatan utama di Desa Pa' Kebuan, Kecamatan Krayan Timur, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) ambruk akibat alat berat pemadat tanah (bomag) terperosok. Kini proses perbaikan dikebut dengan bantuan warga setempat.

Warga setempat bahu-membahu membawa gergaji mesin untuk membantu pihak subkontraktor memotong kayu penyangga baru. Kepala Desa Pa' Kebuan, Jumanly Yohanes, mengatakan target perbaikan jembatan penghubung antardesa dan antarkecamatan tersebut diharapkan selesai dalam satu hari.

"Sekarang dalam proses, diharapkan sehari ini selesai. Tadi kita nyari orang yang pergi motong kayu pakai chainsaw (gergaji mesin). Ada warga sebagian yang motong kayu, karena dari perusahaan nggak ada yang bagian chainsaw. Nanti kayunya ditarik lagi pakai alat berat," jelas Jumanly saat dihubungi detikKalimantan, Selasa (17/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumanly memastikan seluruh biaya dan tanggung jawab perbaikan ditanggung oleh pihak perusahaan atau subkontraktor yang alat beratnya memicu kerusakan. Selama proses perbaikan, akses untuk kendaraan roda empat ditutup total.

"Baru sedang diperbaiki. Pakai jalan di bawahnya, alternatif di sampingnya dulu. Yang penting bisa pakai motor, kalau mobil memang belum bisa. Sehari ini kita larang untuk melintas dulu," tegasnya.

Menurut Jumanly, jembatan yang ambruk tersebut pada dasarnya adalah jembatan darurat yang terbuat dari susunan kayu gelondongan dan sudah termakan usia. Warga setempat biasanya kerap melakukan perbaikan secara swadaya jika jembatan mulai rusak.

"Saya mengapresiasi respons cepat subkontraktor kali. Semua dananya itu ditanggung sama perusahaan, karena yang bikin kerusakan kemarin mungkin dari perusahaan," tambahnya.

Pemerintah desa telah menyebarkan informasi penutupan jalan dan proses perbaikan ini melalui grup-grup WhatsApp warga Krayan Timur sejak Senin (16/2) kemarin. Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar hingga jalur kembali normal.

"Kita usahakan itu sampai layak pakai. Jadi harap bersabarlah selama satu hari ini. Kalau cepat kerjanya ya selesai dalam satu hari, kalau nggak cepat ya mungkin disambung besok," pungkas Jumanly.

Pade berita sebelumnya, akses transportasi warga di pedalaman Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), lumpuh akibat jembatan patah. Sebuah alat berat pemadat tanah (bomag) terperosok dan membuat jembatan di Desa Pa' Kebuan, Kecamatan Krayan Timur, ambruk pada Senin (16/2/2026) sore.

Padahal, jembatan tersebut merupakan akses penghubung satu-satunya Kecamatan Krayan Timur dan Kecamatan Krayan Tengah. Diduga alat berat yang terperosok merupakan kendaraan proyek pemeliharaan jalan nasional, beroperasi untuk kegiatan PPK Perbatasan 2 Kalimantan Utara.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads