Jembatan Akses 2 Kecamatan di Nunukan Ambruk gegara Alat Berat Terperosok

Jembatan Akses 2 Kecamatan di Nunukan Ambruk gegara Alat Berat Terperosok

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 16 Feb 2026 22:00 WIB
Alat Berat Terperosok di Pa Kebuan.
Foto: (Istimewa)
Nunukan -

Akses transportasi warga di pedalaman Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), lumpuh akibat jembatan patah. Sebuah alat berat pemadat tanah (bomag) terperosok dan membuat jembatan di Desa Pa' Kebuan, Kecamatan Krayan Timur, ambruk pada Senin (16/2/2026) sore.

Padahal, jembatan tersebut merupakan akses penghubung satu-satunya Kecamatan Krayan Timur dan Kecamatan Krayan Tengah. Diduga alat berat yang terperosok merupakan kendaraan proyek pemeliharaan jalan nasional, beroperasi untuk kegiatan PPK Perbatasan 2 Kalimantan Utara.

Insiden jembatan ambruk membuat warga yang hendak melintas tertahan. Salah seorang warga Pa' Kebuan, Labo Pullung, mengatakan kejadian tersebut sangat mengganggu aktivitas warga desa setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alat berat jatuh di jembatan, jembatannya juga ikut ambruk. Mau enggak mau saya nunggu perbaikan. Saya lihat alat berat itu masuk di jembatan sekitar jam setengah 5 sore," ucap Labo, Senin (16/2/2026).

Labo berharap pemerintah maupun pihak berwenang segera turun tangan mengatasi kondisi ini, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital warga.

"Semoga penyelesaian ini segera ditangani dengan cepat," harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Pa' Kebuan, Jumanly Yohanes, membenarkan insiden ambruknya jembatan akibat alat berat proyek tersebut. Ia menyebut insiden terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

"Ya betul, bomak itu. Sekitar jam 4 tadi kejadiannya. Kayaknya mereka bertugas untuk perawatan jalan," ungkap Jumanly kepada detikKalimantan.

Jumanly menjelaskan, jalur tersebut berstatus jalan nasional yang membentang dari perbatasan menuju Semamu hingga tembus ke Malinau. Jembatan yang patah itu menjadi akses vital bagi warga di dua kecamatan, namun kini harus ditutup sementara.

"Betul saat ini ditutup. Padahal itu satu-satunya jalan penghubung atau akses utama yang dipakai di dua kecamatan ini, Kecamatan Krayan Timur dan Kecamatan Krayan Tengah," jelasnya.

Jumanly memastikan alat berat tersebut malam ini sudah berhasil ditarik keluar dari jembatan. Mengingat vitalnya fungsi jembatan, pihak desa akan mendesak pemilik alat berat atau kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan fisik.

"Sudah dievakuasi, sudah keluar tadi (alat beratnya). Ya pastilah, besok nanti diminta tanggung jawab dari yang punya alat. Pokoknya karena itu akses utama, jadi ya besok harus diperbaiki. Kita dari desa minta begitu," pungkas Jumanly.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads