Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan alasan Hari Jadi Kota Samarinda ke-358 tahun ini hanya diperingati melalui Rapat Paripurna DPRD Samarinda tanpa rangkaian seremonial seperti tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut diambil sebagai penerapan efisiensi anggaran akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Penjelasan tersebut disampaikan Andi Harun usai kegiatan Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPRD Samarinda dengan agenda Hari Jadi Kota Samarinda ke-358 pada Rabu (21/1/2026) tengah malam. Menurut Andi Harun, kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berdampak pada dana transfer daerah sangat mempengaruhi struktur APBD di seluruh Indonesia, termasuk Samarinda.
"Karena turunnya sangat besar, satu-satunya jalan yang dapat kita lakukan adalah adaptasi dan mitigasi," ungkapnya.
Andi menjelaskan langkah adaptasi dilakukan dengan memprioritaskan belanja pelayanan publik dan belanja operasi pemerintah yang berdampak langsung pada masyarakat. Sebaliknya, belanja rutin dan seremonial yang dinilai tidak memiliki dampak signifikan dikurangi secara drastis.
"Belanja-belanja seremonial yang tidak berdampak langsung kita hilangkan atau minimal kita kurangi," tegasnya.
Sebagai contoh, anggaran perjalanan dinas Pemerintah Kota Samarinda yang sebelumnya bisa mencapai puluhan miliar rupiah kini dipangkas tajam. Total anggaran perjalanan dinas seluruh perangkat daerah pada 2026 hanya sekitar Rp 7 miliar.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya sekretariat kota saja bisa Rp 10 miliar lebih, sekarang seluruh OPD dari balai kota sampai perangkat daerah hanya Rp 7 miliar, itu pun terpusat dan sangat selektif," jelasnya.
(des/des)