ISPU Pontianak Level Sedang, Warga Diimbau Pakai Masker

ISPU Pontianak Level Sedang, Warga Diimbau Pakai Masker

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 20 Jan 2026 19:29 WIB
Salah satu sudut di Pontianak berselimut kabut asap akibat karhutla di Kalbar
Ilustrasi pencemaran udara di Pontianak. Foto: dok. BNPB
Pontianak -

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak per hari ini, Selasa (20/1/2026), berada pada kategori sedang. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan.

"Sementara waktu gunakan masker. Jika memungkinkan juga untuk beraktivitas di dalam ruangan," imbau Edi.

Edi memastikan Pemkot Pontianak tetap fokus mengendalikan kondisi, sembari terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar untuk menekan dampak karhutla secara lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Standar Pencemaran Udara Pontianak, Selasa (20/1/2026).Indeks Standar Pencemaran Udara Pontianak, Selasa (20/1/2026). Foto: Dok. DLH Pontianak

Saat ini, Pontianak sedang diselimuti kabut asap hasil pembakaran atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap ini mulai menyelimuti beberapa hari terakhir setelah terjadi karhutla di Pontianak dan di dua kabupaten terdekat, yakni Kubu Raya dan Mempawah.

"Beberapa kejadian karhutla memang sempat terjadi di Pontianak dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Kecamatan Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan," jelasnya.

Berdasarkan data pemantauan sebaran titik panas oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jumlah hotspot atau titik api di Pontianak tergolong paling rendah di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kondisi ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mencatat sebaran titik panas lebih tinggi," ungkapnya.

Fakta tersebut, mengindikasikan bahwa penurunan kualitas udara yang dirasakan warga Pontianak tidak sepenuhnya berasal dari hasil karhutla di dalam wilayah kota, melainkan juga dipengaruhi oleh asap kiriman dari daerah sekitar. Menurutnya, faktor arah angin dan posisi geografis Pontianak turut menyebabkan dampak asap lebih terasa meskipun sumber kebakaran berada di luar wilayah administrasi kota.

"Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kalbar, Pontianak menjadi daerah yang paling merasakan dampak penurunan kualitas udara," kata Edi.

Edi menegaskan, Pemkot Pontianak tetap fokus dan bertanggung jawab penuh terhadap pengendalian karhutla di wilayah kota. Upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari patroli lapangan, pemadaman cepat, hingga pengawasan pascakejadian guna mencegah pembakaran ulang.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads