Pontianak Dilanda Kabut Asap Meski Hotspot Rendah

Pontianak Dilanda Kabut Asap Meski Hotspot Rendah

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 20 Jan 2026 14:05 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Foto: Dok. Prokopim Pontianak
Pontianak -

Kota Pontianak kini diselimuti kabut asap meski titik api atau hotspot terendah dibanding daerah lain. Anomali ini mengindikasikan Pontianak menerima kiriman asap hasil pembakaran atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari daerah lain.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan hasil pemantauan sebaran titik panas menunjukkan bahwa jumlah hotspot di Kota Pontianak tergolong paling rendah di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kondisi ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mencatat sebaran titik panas lebih tinggi," ungkapnya, Selasa (20/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fakta tersebut mengindikasikan bahwa penurunan kualitas udara yang dirasakan warga Pontianak tidak sepenuhnya berasal dari hasil karhutla di dalam wilayah kota, melainkan juga dipengaruhi oleh asap kiriman dari daerah sekitar.

Menurutnya, faktor arah angin dan posisi geografis Pontianak turut menyebabkan dampak asap lebih terasa meskipun sumber kebakaran berada di luar wilayah administrasi kota. Sehingga, asap kembali menguat di Pontianak dalam beberapa hari terakhir ini dan menjadi keluhan masyarakat.

"Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kalbar, Pontianak menjadi daerah yang paling merasakan dampak penurunan kualitas udara," kata Edi.

Ia tak menampik bahwa karhutla juga sempat terjadi di Pontianak. Beberapa kejadian karhutla memang sempat terjadi di Pontianak dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Kecamatan Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan.

Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak bergerak cepat dengan menurunkan petugas ke lokasi kejadian. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dipadamkan dan tidak sempat menyebar lebih jauh.

"Petugas telah turun untuk monitoring dari sebelum karhutla. Saat muncul api, petugas sudah siap untuk memadamkan, dan sesudah karhutla bersiaga dari oknum pembakar," ujarnya.

Berdasarkan data pemantauan sebaran titik panas oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pontianak memang terendah. Meski demikian, kata Edi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah bersiaga sejak awal dengan melakukan pemantauan rutin di wilayah rawan.

Edi menegaskan, Pemkot Pontianak tetap fokus dan bertanggung jawab penuh terhadap pengendalian karhutla di wilayah kota. Upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari patroli lapangan, pemadaman cepat, hingga pengawasan pascakejadian guna mencegah pembakaran ulang.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads