Isu pemotongan dana Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu (GCM) beredar di media sosial. Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) meluruskan kabar tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu, Samson Batang mengatakan informasi yang beredar tidak disampaikan secara utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan sejak awal program tersebut dirancang sebagai beasiswa stimulan, bukan pembiayaan penuh.
"Tidak ada pemotongan beasiswa. Yang ada adalah penyesuaian karena jumlah penerima terus meningkat setiap tahun," kata Samson dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Kamis (8/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Samson, jumlah penerima beasiswa pada 2023 tercatat 436 orang, dan meningkat menjadi 487 orang pada 2024. Pada 2025, jumlah tersebut melonjak signifikan hingga 679 penerima.
"Dengan penerima yang bertambah cukup tajam sementara anggaran terbatas, maka nilainya harus dibagi secara proporsional agar semua tetap menerima," ujarnya.
Ia menegaskan kebijakan tersebut diambil agar tidak ada mahasiswa yang tereliminasi dari program beasiswa. Pemerintah memilih pemerataan dibanding hanya sebagian penerima yang mendapat bantuan penuh.
"Daripada menggugurkan sebagian, kami memilih semua yang memenuhi syarat tetap menerima sesuai kemampuan anggaran," ucap Samson.
Soal polemik yang berkembang, Samson menyebut Disdikbud Mahulu telah melakukan audiensi dengan mahasiswa untuk meluruskan informasinya. Pertemuan itu menjadi ruang dialog terbuka agar mekanisme dan kebijakan beasiswa dipahami secara menyeluruh.
"Audiensi ini penting supaya mahasiswa mendapat penjelasan langsung dan tidak hanya dari potongan informasi di media sosial," tuturnya.
Samson juga menegaskan proses penyaluran beasiswa dilakukan melalui sistem dan tidak ada intervensi manual. Dana ditransfer langsung dari kas daerah ke rekening masing-masing penerima.
"Tidak ada cash on hand dan tidak ada dana yang dialihkan. Semua transfer bisa ditelusuri," katanya.
Samson membantah isu pemotongan pajak maupun dugaan penyalahgunaan dana beasiswa. Menurutnya, biaya yang muncul hanya sebatas administrasi bank bagi penerima tertentu dan bukan kebijakan pemerintah daerah.
"Kalau ada biaya administrasi itu murni dari bank, bukan pemotongan dari kami," ujar Samson.
Disdikbud Mahulu berharap ada peningkatan alokasi anggaran agar besaran beasiswa stimulan bisa ditingkatkan. Evaluasi internal juga terus dilakukan menyusul tingginya antusiasme mahasiswa.
"Antusiasme ini tentu positif, tapi harus diimbangi kemampuan anggaran. Itu yang sedang kami dorong untuk tahun berikutnya," tutupnya.
Simak Video "Bersantai Mengapung di Laut Derawan, Kalimantan Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bai)
