Malam Tahun Baru biasanya diisi dengan kegiatan bakar-bakaran makanan. Ketika ayam sudah dimarinasi, lengkap dengan kondimen lain seperti sosis dan jagung, hal yang harus disiapkan selanjutnya adalah arang untuk memanggangnya.
Banyak orang mengira menyalakan arang adalah hal yang mudah. Nyatanya menyalakan arang juga butuh trik agar arang cepat menyala dan tidak mudah padam. Dengan cara yang tepat, arang sebenarnya bisa menyala cepat, merata, dan tahan lama.
Bagaimana caranya? Simak informasi berikut ini.
Cara Kerja Arang
Arang bisa menyala bukan karena dipancing dengan api besar, tapi karena panas dan aliran oksigen. Arang membutuhkan api awal sebagai pemantik, lalu udara yang cukup agar panasnya meningkat hingga membara.
Jika arang disusun terlalu rapat, oksigen sulit masuk dan api mudah mati. Sebaliknya, jika arang disusun terlalu jarang tanpa pemantik yang baik, panas tidak terkumpul dan proses pembakaran menjadi lama. Inilah alasan mengapa teknik penyusunan dan pemilihan bahan pemantik arang sangat berpengaruh.
1. Pastikan Arang Kering
Pastikan arang yang digunakan dalam kondisi kering. Arang yang lembap atau terkena air akan sulit menyala dan menghasilkan asap berlebih. Letakkan arang di panggangan dengan bentuk menyerupai kerucut, bukan disebar rata sejak awal. Bentuk ini bisa membantu panas terkumpul di satu titik sehingga api lebih cepat menyebar.
Di bagian bawah tumpukan arang, sisakan ruang untuk bahan pemantik dan aliran udara. Jangan langsung menumpuk arang terlalu penuh karena akan menghambat proses pembakaran.
Simak Video "Video Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru: Hadapi Dengan Gembira-Optimis "
(des/des)