Cara Menyalakan Arang dengan Cepat dan Benar untuk Bakar-Bakar

Cara Menyalakan Arang dengan Cepat dan Benar untuk Bakar-Bakar

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 30 Des 2025 14:02 WIB
5 Cara Mudah Detoks Tubuh Usai Makan Banyak di Pesta BBQ
Ilustrasi pesta bakar-bakar. Foto: Getty Images/Nataliia Shcherbyna
Samarinda -

Malam Tahun Baru biasanya diisi dengan kegiatan bakar-bakaran makanan. Ketika ayam sudah dimarinasi, lengkap dengan kondimen lain seperti sosis dan jagung, hal yang harus disiapkan selanjutnya adalah arang untuk memanggangnya.

Banyak orang mengira menyalakan arang adalah hal yang mudah. Nyatanya menyalakan arang juga butuh trik agar arang cepat menyala dan tidak mudah padam. Dengan cara yang tepat, arang sebenarnya bisa menyala cepat, merata, dan tahan lama.

Bagaimana caranya? Simak informasi berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Kerja Arang

Arang bisa menyala bukan karena dipancing dengan api besar, tapi karena panas dan aliran oksigen. Arang membutuhkan api awal sebagai pemantik, lalu udara yang cukup agar panasnya meningkat hingga membara.

Jika arang disusun terlalu rapat, oksigen sulit masuk dan api mudah mati. Sebaliknya, jika arang disusun terlalu jarang tanpa pemantik yang baik, panas tidak terkumpul dan proses pembakaran menjadi lama. Inilah alasan mengapa teknik penyusunan dan pemilihan bahan pemantik arang sangat berpengaruh.

1. Pastikan Arang Kering

Pastikan arang yang digunakan dalam kondisi kering. Arang yang lembap atau terkena air akan sulit menyala dan menghasilkan asap berlebih. Letakkan arang di panggangan dengan bentuk menyerupai kerucut, bukan disebar rata sejak awal. Bentuk ini bisa membantu panas terkumpul di satu titik sehingga api lebih cepat menyebar.

Di bagian bawah tumpukan arang, sisakan ruang untuk bahan pemantik dan aliran udara. Jangan langsung menumpuk arang terlalu penuh karena akan menghambat proses pembakaran.

2. Cara Menyalakan Arang dengan Kertas dan Minyak Goreng

Metode ini paling umum digunakan karena bahannya mudah ditemukan di rumah. Kertas berfungsi sebagai media untuk membentuk api, sedangkan minyak goreng membantu api bertahan lebih lama.

Caranya adalah remas beberapa lembar kertas bekas hingga tidak terlalu padat. Teteskan sedikit minyak goreng, cukup untuk membuat kertas mudah terbakar, jangan sampai basah.

Letakkan kertas tersebut di bawah tumpukan arang yang sudah disusun sebelumnya. Setelah itu, nyalakan kertas dari beberapa sisi agar api cepat menyebar.

Biarkan api bekerja sendiri selama beberapa menit. Jangan langsung dikipas terlalu kencang. Setelah api mulai menjalar ke arang dan terlihat bara merah kecil, barulah kipas atau tiupan ringan bisa digunakan untuk membantu mempercepat proses pembakaran.

3.Menggunakan Fire Starter agar Arang Lebih Cepat Membara

Jika detikers ingin hasil yang lebih stabil, fire starter atau pemantik arang khusus bisa menjadi pilihan. Bahan ini memang dirancang untuk membakar arang dengan panas yang konsisten dan minim asap.

Letakkan fire starter di bagian bawah arang, lalu nyalakan sesuai petunjuk. Api dari fire starter biasanya bertahan cukup lama sehingga arang bisa menyala merata tanpa perlu sering dikipas. Metode ini sangat cocok untuk acara bakar-bakaran besar apalagi di tahun baru karena lebih efisien.

4. Kipas Arang secara Berkala

Setelah api mulai menyala, hal terpenting berikutnya adalah oksigen. Arang yang sudah tersulut akan lebih cepat membara jika mendapatkan aliran udara yang cukup. Di sinilah kipas manual atau hair dryer bisa dimanfaatkan.

Arahkan udara ke bagian bawah arang dengan jarak aman. Jangan terlalu dekat agar abu tidak beterbangan. Dalam beberapa menit, warna arang akan berubah dari hitam menjadi merah di bagian dalam dan abu-abu di permukaannya. Ini tanda bahwa arang hampir siap digunakan.

Tanda Arang Sudah Siap untuk Memanggang

Nah, arang yang benar-benar siap pakai tidak lagi mengeluarkan asap hitam tebal. Permukaannya tampak keabu-abuan, sementara bagian dalamnya memancarkan panas berwarna merah. Pada tahap ini, panas arang sudah stabil dan tidak menghasilkan api besar yang bisa membuat bumbu cepat gosong.

Arang yang sudah matang seperti ini akan menghasilkan panas merata dan membuat proses memanggang lebih bisa dikontrol.

Jangan Pakai Bensin dan Minyak!

Banyak orang tergoda menggunakan bensin atau cairan mudah terbakar agar arang cepat menyala. Cara ini sangat berbahaya dan sebaiknya dihindari. Selain berisiko menyebabkan ledakan kecil, aroma bahan bakar juga bisa menempel pada makanan.

Kesalahan lain adalah menuangkan minyak saat api sudah besar. Tindakan ini bisa memicu kobaran api tinggi yang sulit dikendalikan. Perlu diperhatikan juga untuk tidak menyalakan arang di ruang tertutup tanpa ventilasi karena asap dan gas pembakaran bisa terhirup.

Demikian cara menyalakan arang dengan cepat dan mudah agar acara bakar-bakar detikers di tahun baru nanti berjalan lancar. Semoga bermanfaat!

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru: Hadapi Dengan Gembira-Optimis "
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads