Oknum petugas administrasi di salah satu rumah sakit di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) dihukum memegang nozzle mobil pemadam kebakaran (damkar). Ganjaran ini diberikan usai pria berinisial UY berkomentar dengan kalimat yang tak pantas di media sosial.
"Ini bukan intimidasi atau apa, tapi ini sebagai wejangan agar dia tahu bagaimana beratnya, bagaimana rumitnya kami sebagai pemadam kebakaran," kata Fardiansyah, Relawan Pemadam Kebakaran (Redam) Pontianak Barat kepada detikKalimantan, Senin (22/12/2025).
Pria yang akrab disapa Lonceng ini mengatakan, hanya sekitar 15 detik UY disuruh merasakan beratnya selang atau nozzle dalam keadaan aktif tersebut. Hukuman ini diberikan setelah UY meminta maaf secara langsung ke senior-senior damkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tidak bijak dalam menggunakan media sosial. Dia berkomentar sopir damkar goblok," jelas Lonceng.
Menurutnya, setelah meminta maaf secara langsung dan diberi hukuman tersebut, permasalahan dianggap selesai.
"Ini sudah selesai. Video permintaan maaf sudah kami kirim ke grup-grup internal petugas pemadam kebakaran. Kawan-kawan juga sudah menerima permintaan maaf ini. Kalau saja tidak minta maaf, mungkin semua pemadam se-Indonesia akan berang dikatain goblok," jelas Lonceng.
Kronologi Kejadian
Lonceng menceritakan, kejadian bermula saat puluhan mobil damkar menuju lokasi kebakaran rumah di Jalan Teuku Umar, Gang Sa'man, Pontianak, Jumat (19/12). Saat itu, terjadi insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) antara pengendara sepeda motor dan mobil damkar.
Saat kejadian, sebagian petugas damkar mengevakuasi korban laka lantas ini ke rumah sakit. Sebagian fokus menjinakkan api.
"Kami ada yang padamkan api, ada yang mengurus korban laka lantas. Kita kesampingkan siapa salah siapa benar. Secara undang-undang, sudah jelas damkar diprioritaskan dalam penggunaan jalan. Tapi sudahlah, kita urus dulu ini yang luka," jelas Lonceng.
Setelah api padam dan korban kecelakaan diobati, timbul masalah baru. Ada komentar tak mengenakkan yang menyinggung para petugas damkar.
"Kejadian laka lantas antara pemotor dan mobil damkar memang pro kontra. Nah, ada yang komentar dalam kejadian laka lantas itu dengan kalimat tak pantas. Sopir damkar dikatakan goblok," kata Lonceng.
Tak lama, komentar itu ramai. Banyak netizen yang menandai akun-akun petugas damkar. Lonceng kemudian bergerak mencari lokasi siapa sebenarnya orang yang komentar menyebut kata goblok tersebut.
"Akhirnya kami tahu, dia inisial UY ini kerja sebagai administrasi di salah satu rumah sakit. Kami hubungi suruh datang untuk minta maaf di depan teman-teman damkar," ujar Lonceng.
Setelah diadakan pertemuan, dan membuat video permintaan maaf serta pernyataan tidak mengulangi lagi, permasalahan dianggap selesai. Saat bersamaan, ada mobil petugas damkar yang sedang bersih-bersih di tepian Sungai Kapuas usai membersihkan selokan.
"Nah, kami minta yang bersangkutan untuk merasakan beratnya nozzle itu. Menurut kami, permintaan maaf dan merasakan beratnya nozzle bisa meredam emosi kawan-kawan damkar. Dan ini terbukti, semua memaafkan," jelas Lonceng.
Bahkan, kata Lonceng, petugas damkar yang dituakan seperti Iwan Belanda dan Eddy Zulkarnaen siap pasang badan membela UY jika ada yang mempermasalahkan komentar tersebut di kemudian hari.
"Ini kan sudah selesai. Jadi tidak ada masalah lagi. Kami sudah saling memaafkan dan meminta maaf," tutup Lonceng.
Simak Video "Video: 7 Orang Tewas dalam Kebakaran Lokasi Konstruksi di Moskow"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)
