Duka dari Utara Sumatera

Sibolga-Tapteng Darurat Pangan, Gudang Bulog hingga Indomaret Dijarah

Ahmad Arfah Fansuri Lubis, Finta Rahyuni - detikKalimantan
Minggu, 30 Nov 2025 13:45 WIB
Foto: Tangkapan layar video viral gudang milik Bulog di Sibolga dijarah massa (Dok. tangkapan layar media sosial)
Medan -

Memasuki hari kelima pascabanjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah dan Sibolga, Sumatera Utara, warga setempat mulai kesulitan mendapat bahan pangan. Akses jalan yang terputus membuat bantuan dari luar masih sulit menjangkau lokasi bencana. Gudang Bulog dan minimarket setempat jadi harapan terakhir warga untuk bertahan hidup.

Dilansir detikSumut, sebuah video beredar sejak Sabtu (29/11) memperlihatkan sejumlah warga memadati gudang beras milik Bulog di Sibolga. Video tersebut menarasikan warga menjarah berkarung-karung beras yang tersimpan di sana. Kejadian ini dibernarkan oleh pihak Bulog.

"Ada tindakan sebagian masyarakat masuk ke gudang Bulog kemudian mengambil dari gudang," jelas Pimpinan Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto, Sabtu (29/11/2025).

Budi mengatakan stok yang ada di gudang-gudang daerah sejatinya memang akan dibagikan ke masyarakat, termasuk ketika ada bencana. Namun, pembagiannya perlu didasarkan pada surat resmi dari pemerintah daerah setempat.

"Kalau bantuan bencana itu kan yang kami keluarkan berdasarkan surat dari bupati," katanya.

Pihak Bulog masih mendata berapa jumlah stok tersimpan untuk mengetahui kira-kira berapa banyak yang dijarah oleh masyarakat. Sejauh ini, Bulog juga masih kesulitan mendapatkan informasi ter-update dari Sibolga dan Tapteng karena gangguan jaringan internet di lokasi bencana.

"Kalau secara jumlah kami belum tahu. Tapi informasi terakhir, data dari sistem kami itu ada 2400 ton beras dan 43 ribu liter Minyakita (yang berada di gudang)," rincinya.



Simak Video "Video: BNPB Bicara soal Heboh Minimarket di Sibolga Dijarah Warga"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork