Turnamen domino bertajuk Open Tournament Domino Gubernur Kaltara Cup menuai polemik. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara menjelaskan sebetulnya domino termasuk cabang olahraga (cabor) resmi.
Seperti diketahui, rencana gelaran turnamen domino di Kaltara banyak ditolak warga. Selain alasan hadiah yang terlalu besar, masyarakat masih menilai domino yang lekat dengan perjudian.
Plt Kepala Dispora Kaltara, Nibaradin menegaskan bahwa domino telah diakui sebagai salah satu cabang olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Domino sudah diakui di KONI," katanya kepada detikKalimantan, Selasa (23/9/2025).
Selain itu, dia menjelaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengakui cabang olahraga domino.
"MUI pun sudah mengakui sebagai salah satu cabang olahraga yang bukan bersifat judi atau sudah ada halalnya dari MUI," kata Nibaradin.
Berdasarkan catatan detikSport, cabor domino berada di bawah Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi). Beberapa waktu lalu, acara serupa juga digelar oleh Kemenpora dengan tajuk Open Tournament Domino Menpora Cup 2025 di Luwu, Sulawesi Selatan.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI saat itu, Dito Ariotedjo mengapresiasi Pordi yang telah bekerja keras memajukan olahraga domino dan berkomitmen untuk menghilangkan segala bentuk praktik perjudian dalam turnamen domino.
"Saya berharap olahraga ini ke depannya bisa lebih populer di Indonesia," ujar Dito 6 Juni lalu.
(bai/bai)