Lagu Bengawan Solo merupakan salah satu karya legendaris di Indonesia, bahkan karya maestro keroncong Gesang ini sudah mendunia. Tapi bagaimana dengan royaltinya saat ini?
Seperti diketahui, saat ini sedang ramai disorot mengenai royalti musik. Sejumlah artis merasa ada masalah dalam pembagian royalti. Belum lagi masalah penarikan royalti ke berbagai bidang usaha karena memutar musik.
Ditemui detikJateng, pihak keluarga Gesang menjelaskan perihal royalti terkait lagu Bengawan Solo. Sejak Gesang wafat pada 2010, pihak keluarga masih menerima royalti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keponakan Gesang, Yani Effendi, mengaku masih menerima royalti setahun dua kali. Yani menyebut urusan mengenai royalti sejak dulu diserahkan ke publisher.
"Royalti dapat ya, keluarga Pak Gesang dan waktu Pak Gesang masih hidup itu sudah diserahkan ke publisher di Jakarta itu, jadi kita keluarga ya tinggal terima aja sudah ada yang ngurusin. Jadi kalau ada ramai-ramai itu ya sudah itu urusan publisher-nya ya," katanya ditemui di kediamannya, di Kemlayan, Kamis (28/8/2025).
Yani menyebut, setiap kali royalti cair maka dibagikan ke keluarga besar Gesang. Dalam setahun, ia menyebut royalti yang didapat tidak sampai Rp 100 juta.
"Royalti keluar dibagi keluarga besar ya. Dapatnya dibagi delapan, kurang lebih ya berapa ya, sedikit. Nggak sampai Rp 100 juta nggak sampai. Setahun. Setahun dua kali itu, tahun ini sudah menerima," jelasnya.
Dirinya menyebut, royalti yang diberikan oleh publisher untuk keluarga biasanya sudah dibagi untuk delapan orang. Dirinya sendiri biasanya mendapatkan sekira Rp 2 juta.
"Kalau kita sudah dibagi lagi, dibagi lagi. Kan ya jadinya enggak seberapa kayak gitu. (Uang dari royalti buat apa?) Ya untuk sehari-harinya. Melangsungkan, nggak banyak. Paling kalau dari saya nggak sampai Rp 2 juta paling, sekitar Rp 2 juta," ungkapnya.
Yani mengakui royalti yang mereka terima mulai berkurang. Ia mengatakan, royalti paling banyak diterima ketika Gesang masih hidup.
"Ya paling banyak itu mungkin era beliau masih ada, kan acaranya di mana-mana karena mungkin dipakai untuk iklan juga gitu. Iklan kalau misalnya ada iklan," bebernya.
Untuk diketahui, lagu Bengawan Solo masih kerap diputar, salah satunya menjadi lagu selamat datang di Stasiun Solo Balapan. Namun belakangan, lagu tersebut sudah tidak diputar lagi di stasiun.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)