Dikira Sakit Maag, Wanita Samarinda Ini Ternyata Kena Kanker Stadium 4

Suci Risanti Rahmadania - detikKalimantan
Minggu, 13 Jul 2025 16:01 WIB
Foto: Instagram/thea_agatha (atas izin yang bersangkutan)
Samarinda -

Sempat dikira hanya kena penyakit maag, Agatha ternyata mengalami kondisi yang jauh lebih serius. Wanita Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ini didiagnosis mengalami kanker saluran empedu. Sudah stadium 4. Padahal usianya masih terbilang muda, 38 tahun.

Dilansir detikHealth, Agatha mengaku awalnya dia mengalami nyeri pada lambung. Titiknya di bagian kanan atas perut, tepat di bawah rusuk.

Menurutnya, rasa nyeri itu seperti sakit maag pada umumnya. Agatha sempat masuk UGD sampai tiga kali dalam sebulan. Namun, penyakit yang dikira maag itu tak kunjung sembuh.

"Tiga kali juga di-inject dan didiagnosa hanya sakit maag, namun yang terakhir setelah di-inject obat maag, maag tidak kunjung sembuh, malah semakin parah dan disertai demam," tutur Agatha kepada detikHealth, Selasa (8/7/2025) lalu.

Rasa nyeri yang awalnya berada di kanan atas perut mulai menjalar. Agatha merasakan gatal-gatal di telapak tangan, kaki, hingga seluruh tubuh.

Kulitnya yang kuning langsat berubah semakin gelap. Agatha juga mengaku lebih cepat lelah, sering demam, dan menggigil setiap hari. Berat badannya turun 3 kg dalam sebulan.

"Namun kondisi tidak kunjung membaik, semakin menguning hingga badan lemas sampai saya tidak bisa kerja dan aktivitas normal, BB turun drastis, sering sesak napas," ceritanya.

Agatha pun memeriksakan diri ke dokter spesialis di Samarinda. Awalnya beberapa dokter mendiagnosis Agatha hanya mengalami gangguan ringan pada hati. Namun, Agatha belum lega.

"Kemudian saya cek ke dokter Gastroentero Hepatologi, dan diarahkan untuk Magnetic Resonance Cholangiopancreatography (MRCP)," lanjutnya.

Hasil MRCP menunjukkan terdapat batu yang menyumbat saluran empedu utama dan ditemukan kelainan struktur hati. Agatha lantas dirujuk ke dokter bedah digestif di Samarinda. Menurut dokter, kemungkinan Agatha memiliki kelainan bawaan atau genetik.

Agatha sampai pada titik harus menggunakan kursi roda karena terlalu lemah. Dia pun berangkat ke Jakarta pada Agustus 2024 untuk mendapat perawatan lebih lanjut, karena di Samarinda belum ada perawatan yang cukup mumpuni untuknya.

Setelah menjalani pemeriksaan ulang di Jakarta, Agatha menjalani operasi pertama pada September 2024. Hasil patologi anatomi (PA) menunjukkan adanya tumor ganas di saluran empedu. Tumor telah menyebar ke hati.

"Kemudian kami pulang. kondisi saya juga semakin membaik. Namun bulan November muncul gejala kembali, yaitu kulit saya mulai menguning sampai ke mata saya. Urine juga kuning pekat seperti teh. Hal ini terjadi terutama jika kondisi tubuh saya terlalu lelah," lanjutnya.



Simak Video "Menikmati Gemerlap Lampu Malam di Jembatan Kutai Samarinda"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork