PSS Sleman kembali menelan kekalahan lawan Madura United dengan skor 1-3 di pekan kedua Super League 2026/2027. Pelatih PSS Pieter Huistra menilai timnya masih harus berbenah, terutama dalam situasi defensif.
Laga PSS vs Madura United digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (12/9) sore. Tiga gol tim tamu dicetak oleh brace Dimitar Mitkov dan satu gol Danilo Santacruz. Sementara PSS memperkecil ketertinggalan lewat gol Matheus Fornazari.
"Jika Anda melihat babak pertama, kami bermain cukup memegang kendali. Madura sepertinya tidak memiliki peluang sama sekali di babak pertama, sampai di menit-menit akhir-pada menit ke-45, sebuah tembakan dari jarak 30, 40, atau 50 meter masuk ke gawang," kata Huistra dalam jumpa pers usai laga.
Menurut Huistra, PSS kembali melakukan kesalahan yang membuat Madura United mampu mencetak gol kedua. Ia menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
"Jika Anda melihatnya, kami terlalu mudah kebobolan gol lagi. Itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki," ujarnya.
Selain pertahanan, Huistra juga menyoroti penyelesaian akhir PSS. Ia menyebut timnya memiliki sejumlah peluang, tetapi belum mampu mengubahnya menjadi gol.
"Tetapi juga, kami memiliki banyak peluang, setengah peluang. Kami harus lebih efektif juga dalam mencetak gol," ujarnya.
Kekalahan dari Madura United menjadi kekalahan kedua PSS pada awal musim. Sebelumnya, Super Elja juga tumbang pada laga pembuka. Huistra mengakui hasil tersebut bukan awal yang diinginkan PSS setelah promosi ke Super League. Namun, ia menilai masih banyak ruang bagi timnya untuk berkembang.
"Tidak pernah bagus untuk memulai musim dengan kekalahan, terutama ketika Anda baru promosi, memulai dengan dua kekalahan. Itu tidak bagus. Saya pikir ada cukup kualitas di tim, saya pikir tim akan memiliki banyak ruang untuk tumbuh," tuturnya.
Huistra mengatakan persaingan di Super League berbeda dengan Liga 2. Menurutnya, kesalahan yang dilakukan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia bisa langsung berujung hukuman.
"Super League itu berbeda dari Liga 2. Jika Anda membuat kesalahan di Super League, mereka menghukum Anda untuk itu. Jadi, kita harus berkembang, terutama dalam situasi-situasi defensif," katanya.
Sementara itu, winger PSS, Riko Simanjuntak menegaskan tim tidak ingin larut dalam dua kekalahan tersebut. Ia menyebut perjuangan tim dan dukungan suporter menjadi modal untuk bangkit pada pertandingan berikutnya.
"Yang terpenting adalah bagaimana respons kita untuk pertandingan berikutnya. Kita nggak bisa larut di dua pertandingan kita belum dapat hasil, karena ini masih awal. Masih banyak pertandingan ke depan yang harus kita pikirkan untuk bisa mengubah situasi ini," pungkasnya.
Simak Video "Menggelar Fashion Show Bersama Warga di Grojogan Kapuhan, Sleman"
(apl/apl)