PSS Sleman terus memantapkan diri dua pekan jelang Super League 2026/2027. Kesiapan tim mencapai 75 persen jelang kompetisi dimulai.
Hal itu diungkapkan pelatih PSS, Pieter Huistra. Ia menyebut 75 persen kesiapan pemain tersebut masih dibagi menjadi beberapa aspek.
"Saat ini mungkin sekitar 70 persen atau 75 persen. Persentase ini bisa dibagi-bagi, secara fisik mungkin 80 persen,secara taktis sekitar 70-75 persen, dan secara teknis masih bisa berkembang lagi," ungkap Huistra saat ditemui di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Huistra menekankan aspek mental bakal menjadi kunci saat kompetisi dimulai. Namun, ia percaya timnya mampu menangani hal tersebut di pertandingan resmi.
"Namun untuk aspek mental, hal itu selalu berbeda dan sulit diprediksi. Mental saat bertanding di liga tentu berbeda dengan laga uji coba. Secara mentalitas, saya rasa kami memiliki pemain-pemain hebat, tetapi kami masih harus melihat pembuktiannya di pertandingan pertama nanti," tuturnya.
Disinggung soal progres tim, pelatih berpaspor Belanda itu mengaku masih membenahi aspek kebugaran pemain untuk bermain penuh 90 menit.
"Selalu ada hal yang harus ditingkatkan. Pertama-tama adalah kebugaran (fitness). Kami masih punya waktu dua minggu untuk bekerja keras di sektor kebugaran agar para pemain sanggup bermain selama 90 menit. Sejauh ini, batas maksimum pemain baru sekitar 60 menit," ungkapnya.
"Seiring berkembangnya permainan dan sesi latihan yang semakin panjang, kami mencoba meningkatkannya secara bertahap ke 70, 80, hingga 90 menit. Ketika nanti bertanding melawan Bali United (laga perdana Super League), para pemain harus siap bermain 90 hingga 95 menit," pungkasnya.
