PSIM Jogja kembali menambah amunisi di lini depan jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Laskar Mataram resmi merekrut striker asal Paraguay, Mauro Caballero, untuk mempertajam lini serang.
Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, mengatakan kehadiran Caballero diharapkan menjadi solusi atas persoalan produktivitas gol yang dialami tim pada musim lalu. Pengalaman pemain berusia 31 tahun itu yang pernah berkarier di Portugal hingga Iran menjadi salah satu pertimbangan untuk merekrutnya.
"Mauro Caballero menjadi bomber baru yang diharapkan mampu menjadi solusi dari minimnya pencetak gol tajam di dalam tim pada musim lalu. Pengalaman panjangnya dari Portugal hingga Iran menumbuhkan harapan kami agar dia bisa menjadi predator berbahaya di kotak penalti lawan-lawan di Super League," kata Iksan dalam keterangan resmi yang diterima detikJogja, Kamis (6/8/2026).
Caballero bukan nama asing di dunia sepakbola. Striker kelahiran 8 Oktober 1994 itu memiliki pengalaman bermain di sejumlah kompetisi luar negeri. PSIM berharap pengalaman tersebut bisa mempercepat proses adaptasinya bersama skuad asuhan Jean-Paul van Gastel.
Dengan bergabungnya Caballero, persaingan di lini depan PSIM dipastikan semakin ketat. Ia akan bersaing dengan dua penyerang lainnya, Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta, untuk memperebutkan posisi sebagai ujung tombak utama.
Iksan menilai keberadaan tiga striker berkualitas justru akan memberikan dampak positif bagi tim. Menurutnya, kompetisi sehat antarpemain dibutuhkan agar setiap penyerang mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Kami berharap Caballero bisa menyajikan persaingan sehat dengan Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta untuk mengunci posisi penyerang tengah utama dalam skuad coach JP. Selain bersaing sehat, ketiganya diharapkan saling termotivasi untuk meningkatkan level permainan individu," ujarnya.
Meski datang paling akhir dibandingkan Dalmau dan Haljeta, Caballero disebut masih memiliki cukup waktu untuk beradaptasi sebelum kompetisi dimulai.
Iksan juga menegaskan belum ada satu pun pemain yang dijamin menjadi pilihan utama di lini depan. Seluruh penyerang akan mendapatkan kesempatan yang sama, sementara keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan performa dan kedisiplinan selama latihan.
"Dengan kualitas tiga penyerang, belum ada yang mendapat jaminan sebagai pilihan utama. Meskipun paling terakhir bergabung dibandingkan Haljeta dan Dalmau, Caballero memiliki waktu yang cukup untuk segera beradaptasi dan membuktikan kualitasnya sebagai pencetak gol ulung," pungkasnya.
Simak Video "Video: Saat Gelandang Timnas Ngaku Banyak yang Ragukan Nama Sheva Imut"
(alg/apu)