Belanja Miliaran PSIM demi Poles Kandang

Belanja Miliaran PSIM demi Poles Kandang

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 22 Jul 2026 05:00 WIB
Suasana di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Foto diunggah Jumat (25/7/2025).
Suasana di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (25/7/2025). Foto: Dok. detikJogja
Jogja -

PSIM Jogja merogoh kocek miliaran rupiah demi memoles Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai kandangnya di Super League 2026/2027. Belanja besar-besaran ini demi memenuhi standar stadion di kompetisi tertinggi Indonesia tersebut.

Tambah Lampu-Single Seat

Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, menyebut budget yang dikeluarkan untuk membenahi infrastruktur SSA Bantul cukup besar. Di antaranya untuk belanja lampu hingga single seat.

"Ternyata setelah masuk ke Liga 1, ini kendalanya kan memang lampu, ya. Jadi lampu ini karena harus memenuhi standar LUX tersendiri untuk kepentingan broadcast. Nah, masih udah kayak gitu, wah, ternyata kendalanya PSIM masuk ke Liga 1 nih infrastruktur harus ada single seat juga," ujar Liana, sapaan akrabnya, saat jumpa pers di Pendopo Wisma PSIM Jogja, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita budget-in tersendiri, supaya PSIM aman dan tidak kena pengurangan poin. Kalau ditanya budget-nya berapa? Itu memang besar sih, banyaklah. Miliaran pokoknya, tapi ini miliaran bukan miliar kecil, miliar lumayan, gitu, miliar gede," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Aset Bisa Dipindah ke Mandala

Liana menyebut seluruh infrastruktur yang dipasang PSIM di Stadion Sultan Agung (SSA) merupakan aset milik klub. Maka itu, jika PSIM kembali berkandang di Stadion Mandala Krida sebagai kandang, seluruh aset tersebut dapat dipindahkan.

"Kalau misalnya mengenai angka ya itulah, miliaran besar yang sudah dikeluarkan oleh PSIM, tapi memang kita juga sudah menandatangani perjanjian kerja sama bahwasanya barang tersebut milik PSIM. Jadi kalau misalnya kita nanti balik ke Mandala, lampunya itu nanti bisa dilepas juga, vendor kita juga udah kita janjikan bahwa itu akan dikembalikan seperti sedia kala, sehingga itu bisa dibantu pemerintah kota untuk dipindahkan," jelasnya.

Lampu dari Polandia

Manajer Operasional PSIM, Wendy Umar Seno Aji, mengatakan hasil inspeksi operasional yang dilakukan ILeague atau operator liga menunjukkan masih ada sejumlah catatan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah tingkat pencahayaan stadion yang belum mencapai standar regulasi.

"Terus ada penambahan lagi lux untuk lampunya, juga akan ditambahkan lagi. Karena hasil kemarin kita memang masih belum sesuai dengan standar yang ada di regulasi liga. Lampunya harus 1.600 lux," kata Wendy.

Untuk memenuhi standar tersebut, kata Wendy, PSIM harus mendatangkan lampu khusus dari Polandia.

"Ini sudah sampai di Indonesia lampunya, karena memang lampu SSA ini tergolong langka. Di Indonesia tidak ada. Kita datangkan dari Polandia. Hari ini sudah sampai di Indonesia dan sebentar lagi sampai di Bantul untuk bisa kita rangkai lagi," ujarnya.

Benahi Kontur Lapangan

Wendy menjelaskan, proyek pemasangan lampu LED di SSA Bantul juga sedang berlangsung. Setelah itu, pembenahan akan dilanjutkan dengan perawatan lapangan utama.

"Project LED sudah proses pasang. Mudah-mudahan bulan ini sudah selesai semuanya. Dilanjutkan dengan project maintenance field of play di venue," ucapnya.

Kemudian ada pembenahan lapangan juga menjadi perhatian serius manajemen. Menurut Wendy, kondisi permukaan lapangan sangat berpengaruh dalam permainan tim.

"Kontur dan struktur lapangan sangat ditentukan oleh pola permainan Coach Jean-Paul van Gastel. Build-up dan lainnya sangat membutuhkan kondisi lapangan yang prima. Beliau sangat concern terhadap lapangan dan venue SSA. Harapan kami bisa menyajikan apa yang beliau minta," katanya.

"Per 1 Agustus rumput ini sudah bisa dimulai. Nantinya apabila kick-off kompetisi berlangsung pada September, dari vendor ahlinya menyampaikan dalam waktu sebulan kondisinya akan kembali seperti yang diinginkan Coach Jean-Paul van Gastel," lanjutnya.

VAR Permanen

Tak hanya lampu dan lapangan, PSIM juga membenahi sejumlah fasilitas pendukung pertandingan, termasuk ruang Video Assistant Referee (VAR). Nantinya fasilitas VAR di Stadion Sultan Agung akan dibuat permanen dan tidak lagi menggunakan unit bergerak.

"Ada juga pembenahan ruang VAR dan lainnya. Jadi nantinya fasilitas VAR kita sudah tidak mobil lagi, sudah jadi satu, semuanya permanen. Ruang VAR akan kita tempatkan sesuai arahan hasil inspeksi," jelasnya.

Secara keseluruhan, Wendy menilai hasil inspeksi operasional Stadion Sultan Agung berjalan lancar. Meski masih terdapat beberapa catatan, seluruh pekerjaan kini terus dikebut agar stadion siap digunakan saat Super League 2026/2027 bergulir pada September mendatang.

"Overall hasil inspeksi kemarin semuanya berjalan dengan lancar. Memang ada beberapa catatan yang sekarang sedang kami progres. Kami sadar masih ada beberapa kekurangan dan keterbatasan. Tapi dengan sinergitas bersama pengelola Bantul, kami yakin PSIM bisa menghadapi kompetisi pada September nanti dengan fasilitas yang siap," pungkasnya.



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads