Mimpi PSIM Jogja Pulang ke Mandala Krida Lagi-lagi Tertunda

Mimpi PSIM Jogja Pulang ke Mandala Krida Lagi-lagi Tertunda

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 14 Jul 2026 12:50 WIB
Suasana latihan perdana PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Selasa (1/7/2025) sore.
Suasana latihan perdana PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Selasa (1/7/2025) sore. (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Jogja -

Asa PSIM Jogja untuk kembali bermarkas di Stadion Mandala Krida belum juga menjadi kenyataan. Harapan Laskar Mataram untuk pulang ke kandang bersejarahnya kembali tertunda karena proses renovasi Stadion Mandala Krida baru akan dimulai 2028 mendatang.

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Arfi Hidananto, saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan pergeseran anggaran untuk pelaksanaan uji tanah yang menjadi syarat utama penyusunan Mutual Check-0 (MC-0).

Setelah MC-0 rampung, kata Arfi, tahapan berikutnya adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan berlangsung pada 2027. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik stadion baru bisa dimulai pada 2028.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau musim ini belum memungkinkan (PSIM kembali ke Mandala Krida). Target kami sekarang menyelesaikan MC-0 dulu. Kalau MC-0 selesai tahun ini, kemudian DED tahun depan, kemungkinan pembangunan fisiknya baru dimulai pada 2028," ujar Arfi saat dihubungi wartawan, Senin (13/7/2026).

Ia pun meminta seluruh pihak, khususnya suporter PSIM, untuk bersabar dan mengawal proses revitalisasi Stadion Mandala Krida. Menurutnya, seluruh tahapan harus dijalankan sesuai prosedur karena masih berada dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ADVERTISEMENT

Respons PSIM

Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, mengatakan pihak manajemen juga menginginkan tim segera kembali bermain di Mandala Krida. Namun, ia menilai hal tersebut belum memungkinkan untuk musim depan.

"Kami dari manajemen juga maunya kembali ke rumah sesungguhnya. Kita tahu bagaimana kerinduan teman-teman untuk pulang ke rumah. Tapi kalau untuk benar-benar musim depan, kayaknya belum bisa," ujar Liana kepada wartawan, Selasa (14/7).

Liana menjelaskan, manajemen terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah terkait rencana renovasi Stadion Mandala Krida. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu karena pemerintah harus menjalankan seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saya sangat berterima kasih. Harapannya adalah betul-betul bisa direalisasikan. Tapi saya tahu bahwa pemerintah juga banyak hal yang enggak mudah. Contohnya apa? Birokrasi kan harus mereka lakukan secara benar. Anggaran terus administratif dan lain-lain pasti harus mereka jalankan sesuai prosedur masing-masing. Jadi, misalnya contoh ini mesti dicek dulu dari surat-surat dokumen-dokumen," ungkapnya.

Sembari menunggu kepastian renovasi Mandala Krida, PSIM memusatkan perhatian untuk membenahi Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, yang akan kembali menjadi kandang tim pada musim depan. Pembenahan dilakukan agar stadion memenuhi standar yang ditetapkan ILeague dan PSSI.

"Karena komitmen penuh dan cinta dengan klub ini dari manajemen kami sudah menganggarkan khusus untuk penambahan lampu sesuai dengan lux dari yang ditentukan oleh ILeague dan PSSI," katanya.

Selain peningkatan pencahayaan, PSIM juga menyiapkan anggaran untuk perawatan rumput serta penambahan kursi tunggal (single seat) demi memenuhi persyaratan lisensi kompetisi.

"Rumput kita rawat, perbaiki dan itu besar sekali anggarannya. Kami juga menganggarkan sendiri penambahan single seat. Kita lakukan apa pun buat PSIM yang terbaik karena itu kaitannya dengan licensing dan apabila tidak dipenuhi akan pengurangan poin. Jadi kita berkonsentrasi ke situ," jelasnya.

Liana turut mengajak suporter untuk terus memberikan dukungan kepada PSIM selama tim belum bisa kembali bermain di Mandala Krida. Ia berharap dukungan tersebut disampaikan dengan cara-cara yang positif.

"Tolong dukungannya saja. Dukungan moral buat kita sangat penting sekali. Harapannya teman-teman semua ayo kita sama-sama menjaga PSIM bersama," tuturnya.

"Jaganya gimana? Jangan ada rasa curiga lagi. Rasa saling harus memberikan aspirasi dengan cara yang negatif. Ayo kita menjadi benchmark suporter klub sepakbola yang luar biasa untuk nasional dengan memberikan aspirasi secara positif," pungkasnya.



(aku/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads