Razzi Taruna Tinggalkan PSIM, Liana Tasno: Tak Ganggu Performa Tim

Razzi Taruna Tinggalkan PSIM, Liana Tasno: Tak Ganggu Performa Tim

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 02 Mei 2026 12:20 WIB
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Jumat (10/10/2025).
Razzi Taruna. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Manajemen PSIM Jogja memastikan pergantian manajer tim tidak akan mengganggu stabilitas tim di tengah kompetisi. Hal itu disampaikan Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, terkait mundurnya Razzi Taruna dari posisinya sebagai manajer tim.

"Manajemen menghormati keputusan Razzi. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan perjuangannya selama ini bersama PSIM," kata Liana dalam keterangan resmi yang diterima detikJogja, Sabtu (2/5/2026).

Liana mengatakan, perubahan di jajaran ofisial merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepakbola. Karena itu, manajemen telah menyiapkan langkah agar masa transisi tetap berjalan mulus tanpa mengganggu performa tim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Transisi ini kami kelola secara profesional. Kami pastikan tidak akan mengganggu fokus dan performa tim di sisa kompetisi," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, kata Liana, PSIM saat ini memilih fokus untuk menuntaskan musim dengan hasil maksimal. Selain itu, manajemen juga mulai menyusun rencana jangka panjang, termasuk persiapan menghadapi musim depan dan penguatan pembinaan usia muda.

"Fokus utama kami adalah menyelesaikan sisa laga musim ini sebaik mungkin, sekaligus menyiapkan tim ke depan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari manajemen PSIM Jogja. Sang Manajer, Razzi Taruna, mengumumkan mundur dari jabatannya. Mundurnya Razzi diumumkan hanya beberapa jam usai PSIM kalah 0-1 dari Persita Tangerang, Kamis (30/4/2026).

Dalam laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, itu Laskar Mataram harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 0-1. Setelah laga, Razzi mengumumkan kabar yang mengejutkan itu melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam pengumuman mundurnya dari Manajer PSIM, Razzi menuliskan pesan yang cukup panjang dan menyentuh. Dimulai dari momen bergabungnya Razzi ke klub kebanggaan warga Jogja itu tiga tahun silam.

"Mulai dari juara liga 2/Kembali promosi ke liga 1 setelah 18 tahun penantian, dan sedikit lagi memastikan untuk bertahan di Super League di tahun pertama PSIM kembali di kasta tertinggi," tulis Razzi di akun Instagram pribadinya dilihat detikJogja, Jumat (1/5/2026).

Razzi pun menuliskan pesan untuk para supporter setia PSIM, Brajamusti, The Maident, dan seluruh pecinta PSIM. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan dan kepercayaan selama ia menjadi manajer. Razzi juga meminta maaf atas kekurangan dan kesalahan yang ia perbuat.

"Percayalah, di atas semua ketidaksempurnaan itu, saya selalu perjuangkan, mati-matian dan kedepankan PSIM diatas segalanya. Atas pertimbangan yang sangat berat dan matang, saya memutuskan untuk menyudahi kebersamaan saya dengan PSIM untuk mencari tantangan yang baru, untuk karir profesional dan pribadi saya," ujar Razzi.

Razzi juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada CEO PSIM Jogja Yuliana Tasno atas kepercayaan yang diberikan untuk jadi manajer saat usianya terbilang cukup muda, 22 tahun. Ia juga berterima kasih kepada seluruh manajemen, pemain, pelatih, dan official atas kerjasamanya selama ia jadi manajer.

"Pesan terakhir saya, untuk semua elemen yang ada di dalam klub, atau pun yang akan datang, jangan pernah sekalipun khianati PSIM. Karena cinta mereka sangat amat besar, dan mereka tidak akan pernah sekalipun meninggalkan kebanggaannya," pesannya.

"Sekian dari saya, saya pamit undur diri. Saya akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk PSIM," tutup Razzi.



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads