Pelatih Timnas Irak Graham Arnold mengungkap timnya ikut terdampak perang AS-Israel vs Iran. Arnold meminta FIFA mengubah jadwal playoff Piala Dunia 2026 yang akan digelar akhir Maret.
Dilansir detikSepakbola, Senin (9/3/2026) Iran dijadwalkan bertanding pada 31 Maret melawan pemenang Bolivia vs Suriname. Ini menjadi laga krusial tim berjuluk Singa Mesopotamia yang memburu tiket Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
Namun, Irak juga masih terdampak konflik bersenjata di Timur Tengah yang membuat pintu masuk Irak ditutup hingga 1 April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, banyak pemain yang bermain di liga lokal serta jajaran staf pelatih yang tertahan di dalam negeri. Arnold sendiri terjebak di Uni Emirat Arab
"Tolong bantu kami dalam laga ini karena saat ini kami kesulitan untuk mengeluarkan pemain kami dari Irak," pinta Arnold kepada FIFA sewaktu diwawancara AAP, dikutip ESPN.
"Menurut saya, jika FIFA menunda pertandingan, itu memberi kami waktu untuk mempersiapkan diri dengan baik. Biarkan Bolivia bermain melawan Suriname bulan ini dan kemudian seminggu sebelum Piala Dunia, kami bermain melawan pemenangnya di AS, pemenang laga itu tetap bertahan dan yang kalah pulang."
Penundaan juga disebut akan memberi FIFA waktu untuk memutuskan terkait tim Iran. Jika Iran menarik diri dari Piala Dunia 2026, Irak disebut akan otomatis lolos.
"Menurut saya, itu juga memberi FIFA lebih banyak waktu untuk memutuskan apa yang akan dilakukan Iran. Jika Iran menarik diri, kami akan masuk ke Piala Dunia dan itu memberi UEA, yang kami kalahkan di kualifikasi, kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi Bolivia atau Suriname."
Salah satu hal yang mungkin dilakukan Arnold ialah memanggil para pemain diaspora termasuk Frans Putros yang bermain untuk Persib. Namun Arnold juga menyebut itu bukan solusi karena dia ingin bermain dengan tim terbaiknya.
"Itu bukan tim terbaik kami dan kami membutuhkan tim terbaik kami untuk terbesar di negara ini dalam 40 tahun terakhir," Arnold melanjutkan.
"Rakyat Irak sangat bergairah tentang sepak bola hingga ke level yang sangat gila.Fakta bahwa mereka belum lolos kualifikasi selama 40 tahun mungkin adalah alasan utama saya menerima pekerjaan ini."
"Tetapi pada tahap ini dengan bandara yang ditutup, kami bekerja keras untuk mencoba dan menemukan alternatif lain," jelas pelatih 62 tahun itu.
(afn/apu)












































Komentar Terbanyak
Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran
PM Israel Netanyahu Klarifikasi soal Pernyataannya yang Singgung Yesus Kristus
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani