PSIM Jogja Tahan Imbang Bali United, Van Gastel: Pertandingan Aneh

PSIM Jogja Tahan Imbang Bali United, Van Gastel: Pertandingan Aneh

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 23 Feb 2026 23:55 WIB
Jumpa pers PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026).
Jumpa pers PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Bantul -

PSIM Jogja menahan imbang Bali United dengan skor 3-3. Hasil ini memperpanjang rekor PSIM yang belum meraih kemenangan dalam lima laga di putaran kedua.

Laga PSIM Jogja vs Bali United digaler di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2) malam. Gol tim tamu dicetak Thijmen Goppel (34'), Tim Receveur (45+3'), dan Irfan Jaya (55'), sementara gol tuan rumah dicetak Savio Sheva (65'), gol bunuh diri Ricky Fajrin (89'), dan Franco Ramos di masa injury time (90+1').

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan biang kerok PSIM sempat tertinggal 3-0 hingga awal babak kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Permainan yang aneh, saya pikir masalah yang kita hadapi adalah masalah struktural dan salah satunya adalah komunikasi antara satu sama lain," ujar Van Gastel saat jumpa pers usai laga, Senin (23/2/2026).

ADVERTISEMENT

"Jika kita melihat bagaimana kami kebobolan gol dan bagaimana kami memberikan peluang, itu seperti kami menawarkan mereka kesempatan, yang saya pikir sangat mudah untuk dihentikan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Van Gastel mengungkapkan titik balik penampilan timnya saat babak kedua. Permainan PSIM lebih berjalan sesuai taktik dan akhirnya tercipta gol pertama PSIM yang dicetak Savio Sheva (65').

"Lalu, saat turun minum kami melakukan tiga pergantian pemain dan saya pikir dari titik itu kami mengambil alih permainan, tetapi sayangnya mereka mencetak gol lagi," ungkapnya.

Kemudian, Van Gastel menyebut kartu merah Joao Ferrari pada menit 70 mengubah jalannya permainan. PSIM jadi lebih dominan setelahnya.

"Kemudian mereka mendapat kartu merah dan dari titik itu, ya, kami bisa saja memenangkan pertandingan, tetapi apakah itu adil, saya tidak tahu. Saya rasa tidak, tapi saya tetap berpikir kami bisa menang di akhir pertandingan," jelasnya.

Sementara, pemain PSIM Savio Sheva juga mengungkapkan timnya cukup kesulitan di babak pertama. Meski begitu, ia bersyukur bisa meraih satu poin.

"Pertandingan yang cukup sulit karena kita tahu sendiri kita babak pertama ketinggalan. Babak kedua kita merespons tapi kita malah kemasukan lagi, tapi kita bisa merespons lebih baik lagi karena kita bisa menyamakan kedudukan. Semoga pertandingan ini kita syukuri dan pertandingan berikutnya kita bisa lebih baik lagi," tuturnya.

Di sisi lain, pelatih Bali United, Johnny Jansen mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia juga kecewa dengan keputusan wasit memberikan kartu merah ke Joao Ferrari.

"Kita menciptakan peluang yang bagus. Unggul 3-0 di awal, saya pikir lawan melewatkan peluang besar di babak pertama. Kami memiliki dua momen bagus untuk menyelesaikan pertandingan, tetapi kami tidak melakukannya," katanya.

"Lalu mereka mencetak gol melalui tendangan yang melewati kaki pemain kami dan masuk ke pojok gawang. Kemudian kami membuat kesalahan sendiri, seperti saat melakukan build-up. Anda bisa mengoper bola kembali ke kiper atau penyerang, tetapi Anda malah mengoper ke bek tengah dengan jarak yang terlalu pendek dan akhirnya kami mendapatkan kartu merah. Saya harus melihatnya kembali, namun mereka bilang itu kartu merah," pungkasnya.



(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads