Asprov PSSI Buka Suara soal Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY

Asprov PSSI Buka Suara soal Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 07 Jan 2026 11:14 WIB
Asprov PSSI Buka Suara soal Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY
Ilustrasi sepakbola Liga 4 DIY. (Foto: Getty Images/Getty Images)
Jogja -

Heboh video beredar di media sosial soal tendangan kungfu pada laga yang mempertemukan UAF FC vs Kafi Jogja di Liga 4 DIY. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY buka suara terkait hal tersebut.

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoaji, menyebut pihaknya akan mendalami kejadian tersebut. Ia juga tak menutup kemungkinan bakal menjatuhkan sanksi kepada pihak terkait.

"Kami akan melakukan pendalaman terkait kasus ini. Mendalami dari video melihat unsur kesengajaan, intensi pemain yang bersangkutan kepada lawan dan nantinya mengambil kesimpulan terkait sanksi atau hukuman," ujar Wendy saat dihubungi, Rabu (7/1/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Wendy menegaskan secara kasat mata tindakan tersebut seharusnya berbuah kartu merah. Ia menilai keputusan itu sudah jelas berdasarkan pelanggaran yang terjadi di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Namun dari pandangan mata jelas bahwa seharusnya pemain itu dihukum kartu merah, itu clear," ujarnya.

Selain itu, Asprov PSSI DIY juga menyerahkan evaluasi kinerja wasit kepada Komite Wasit untuk didalami lebih lanjut. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh perangkat pertandingan bekerja sesuai regulasi yang berlaku.

"Asprov tegas bahwa tidak mentolerir tindakan-tindakan yang mencederai fair play baik pada pemain ataupun siapa pun yang berada dalam lingkup sepakbola," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, laga UAD FC vs Kafi Jogja digelar di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1). Laga itu diwarnai insiden benturan keras antarpemain.

Potongan video kejadian itu viral di media sosial dan dibagikan oleh sejumlah akun Instagram. Insiden terjadi pada menit ke-72 saat pemain Kafi Jogja FC, Dwi Aan, terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menyerupai tendangan kungfu.

Aksi tersebut mengenai kepala pemain UAD FC, Amirul, yang langsung terjatuh dan memegangi kepalanya. Pada laga itu Kafi Jogja FC menang dengan skor 1-0.

Pelatih Kafi Jogja FC, Nopendi, menjelaskan insiden tersebut terjadi dalam situasi pertandingan yang berlangsung cepat. Menurutnya, kondisi bola yang memantul tidak stabil turut memengaruhi kejadian di lapangan.

"Kalau pastinya situasinya pertandingan. Saya lihat bolanya memang mantulnya tidak stabil, tapi di luar itu saya juga tidak tahu persis," ujar Nopendi saat dihubungi wartawan, Rabu (7/1).

Nopendi mengatakan sejak awal ia sudah mengingatkan agar para pemain bermain fair play. Namun, dinamika di lapangan terkadang sulit dikendalikan sepenuhnya.

"Dari awal saya sudah tekankan untuk bermain fair play. Tapi di lapangan kita tidak tahu kondisi seperti apa. Yang jelas, sebagai pelatih saya juga merasa bersalah atas kejadian ini," katanya.

Nopendi juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut, baik secara pribadi maupun atas nama tim dan pemain yang bersangkutan.

"Saya sebagai pelatih meminta maaf terkait insiden tadi karena kita tidak menginginkan hal seperti ini terjadi," ucapnya.

Sementara Manajer UAD FC, Ahid Mudayana, menyesalkan kejadian yang dialami salah satu pemainnya. Ia menilai pelanggaran sangat berbahaya dan tak seharusnya dilakukan sesama pemain sepakbola.

"Kami sangat menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut apalagi sebenarnya kedua tim bermain cukup baik. Wasit harus lebih jeli dan tegas terhadap pelanggaran yang membahayakan pemain agar kejadian tersebut tidak terulang lagi ke depannya," katanya.

"Jangan sampai sepakbola di Jogja menjadi tidak bermartabat dengan kejadian-kejadian yang dapat merugikan tim peserta Liga 4," ungkapnya.




(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads