Jembatan Ngebrak Gamplong kini menjadi salah satu spot nyore favorit warga Jogja. Lokasinya yang berada di tengah hamparan sawah dengan jalur rel kereta api di bawah jembatan membuat suasana sore terasa syahdu.
Spot ini ramai didatangi anak muda hingga keluarga karena dinilai cocok untuk healing murah meriah. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi tersebut untuk berburu foto maupun video dengan latar kereta api dan sunset.
Jembatan Ngebrak Gamplong berada di kawasan Argosari, Sedayu, berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman. Lokasi ini mulai dikenal luas setelah banyak video dan foto viral di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sekitar jembatan juga terdapat sejumlah warung sederhana yang berjejer di tepi area persawahan. Pengunjung bisa membeli kopi, teh hangat, mi instan hingga aneka gorengan sambil menikmati suasana sore dan menunggu kereta melintas.
Beberapa warung menyediakan tempat duduk menghadap langsung ke jalur rel dan hamparan sawah.
Menjelang matahari terbenam, banyak warga datang untuk sekadar duduk santai menikmati angin sore sambil menunggu kereta melintas. Pemandangan hamparan sawah dipadukan kereta api menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
"Tempatnya estetik banget buat nongkrong sore. Apalagi kalau kereta lewat pas langit lagi sunset, bagus buat foto atau video," ujar Dimas (22), pengunjung asal Mlati, Senin (25/6/2026).
Dimas datang bersama tiga temannya sepulang kuliah. Mereka sengaja memilih Jembatan Ngebrak karena ingin mencari suasana santai tanpa harus pergi jauh dari Kota Jogja.
"Enak buat nyore tanpa harus keluar biaya mahal. Tinggal datang, pesan kopi atau makan di angkringan, duduk santai sama teman-teman sambil lihat sawah dan kereta lewat," lanjutnya.
Bukan hanya anak muda, lokasi ini juga banyak dikunjungi rombongan keluarga. Cahyo (34), pengunjung asal Godean, salah satunya. Ia datang bersama kedua anak dan istrinya.
Ia mengaku sengaja datang karena anak-anaknya senang melihat kereta api. Menurutnya, tempat tersebut cocok untuk jalan santai keluarga karena suasananya terbuka dan jauh dari hiruk pikuk kota.
"Anak-anak senang kalau lihat kereta lewat. Sekalian ngajak keluarga jalan sore cari suasana dan pemandangannya bagus," kata Cahyo.
Cahyo bilang, sudah berkali-kali datang ke Jembatan Ngebrak ini. Menurut Cahyo, waktu terbaik datang ke Jembatan Ngebrak adalah menjelang sore hingga matahari terbenam. Selain udara tidak terlalu panas, pemandangan langit senja juga menjadi daya tarik utama.
"Kanan kiri sawah. Cocok buat duduk santai bareng keluarga sambil nunggu sunset. Kalau cuacanya cerah, sunset-nya bagus banget. Jadi bukan cuma anak muda yang suka datang ke sini, keluarga juga banyak," tambahnya.
Suasana nyore di Jembatan Ngebrak Gamplong di perbatasan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul, Senin (25/5/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Viralnya spot nyore Jembatan Ngebrak ini menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Dari yang awalnya hanya ada dua penjual, kini terdapat sekitar 40 pedagang yang berjualan di sekitar jembatan.
Ketua Paguyuban Pedagang Ngebrak, Daim, mengatakan dirinya mulai berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 2017. Saat itu kondisi kawasan masih sepi dan belum banyak dikenal masyarakat.
"Dulu cuma saya sama pedagang dawet. Kalau ramainya seperti sekarang ini sekitar empat tahunan terakhir," kata Daim saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026).
Menurut Daim, daya tarik utama Jembatan Ngebrak sebenarnya sederhana, yakni suasana nyore sambil melihat kereta api melintas di tengah hamparan sawah.
"Orang-orang datang ke sini ya buat nyore, lihat kereta lewat. View-nya rel kereta sama sawah itu," ujarnya.
Ia menyebut ramainya pengunjung tidak lepas dari banyaknya konten media sosial yang membuat lokasi tersebut viral hingga dikenal wisatawan luar daerah.
"Sekarang semakin ramai karena banyak yang bikin konten di media sosial. Bahkan kemarin ada wisatawan dari Malaysia datang ke sini karena lihat di medsos," ungkapnya sambil tertawa.
Daim mengatakan pengunjung paling ramai biasanya datang saat akhir pekan dan hari libur mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang magrib.
"Kalau paling ramai Sabtu, Minggu, sama tanggal merah. Mulainya jam 4 sore sampai magrib," jelasnya.
Ia menambahkan mayoritas pengunjung merupakan anak muda yang datang untuk nongkrong dan berburu foto. Meski demikian, banyak juga keluarga yang sengaja datang untuk mengajak anak-anak melihat kereta api.
Keberadaan spot nyore tersebut juga dinilai membantu perekonomian warga sekitar. Banyak warga yang mulai membuka usaha kecil seperti angkringan, warung kopi, gorengan hingga jajanan ringan.
Salah satu pedagang, Ahmad Subkhan, mengaku baru membuka angkringan sekitar satu setengah bulan terakhir setelah melihat ramainya pengunjung di kawasan tersebut.
"Awalnya lihat pengunjung makin ramai. Saya pikir ini jadi peluang buat jualan, akhirnya kumpul modal buat bikin angkringan," kata Subkhan.
Warga Gamplong itu mengatakan mayoritas pedagang yang berjualan di sekitar Jembatan Ngebrak merupakan warga lokal.
"Sebagian besar warga sini. Jadi memang cukup membantu ekonomi warga," ujarnya.
Menurut Subkhan, suasana sore menjadi waktu paling ramai di kawasan tersebut. Banyak pengunjung memilih duduk di warung yang berada dekat rel agar bisa melihat kereta melintas dari jarak dekat.
"Yang dicari memang suasana lihat kereta lewat. Makanya warung dekat rel biasanya ramai," katanya.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih saat dikonfirmasi masih akan melakukan koordinasi terkait aktivitas masyarakat dan pedagang di kawasan sekitar rel tersebut. Termasuk mengenai aturan penggunaan lahan di samping jalur kereta api.













































Komentar Terbanyak
Sultan HB X Angkat Bicara soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja