Mencicipi Sego Gurih Sekaten Jogja, Cuma Ada Sekali Setahun

Mencicipi Sego Gurih Sekaten Jogja, Cuma Ada Sekali Setahun

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 20 Agu 2026 14:16 WIB
Salah satu lapak sego gurih sekaten milik Iin asal Kampung Kauman, Kota Jogja di Kompleks Masjid Gedhe Kauman, Kraton, Kota Jogja, Kamis (20/8/2026)
Lauk pauk sego gurih Sekaten. (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Jogja -

Sego (nasi) gurih sekaten menjadi hidangan yang identik dengan gelaran Hajad Dalem Sekaten Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sego gurih ini hanya dijual sekali dalam setahun selama sepekan saat gelaran berlangsung.

Dilansir situs resmi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sego gurih menjadi sajian ikonik saat Hajad Dalem Sekaten sejak zaman Sultan Agung. Sego gurih sendiri diadaptasi dari kebiasaan masyarakat Arab yang membuat nasi samin untuk perayaan hari besar.

Pantauan detikJogja di kompleks Masjid Gedhe Kauman pagi ini, penjual sego gurih sekaten mulai menjamur. Mereka berderet berjualan di bawah tenda di halaman Masjid Gedhe Kauman. Penjual sego gurih ini juga tampak didatangi oleh pembeli yang tak ingin ketinggalan untuk mencicipi hidangan yang hanya dijual setahun sekali ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penjual sego gurih adalah Iin asal Kampung Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja, Iin, mengaku sudah berjualan sego gurih sejak 2022. Ia berjualan turun temurun dari ibu mertuanya.

ADVERTISEMENT

"Sudah lama, sesudah COVID itu kayaknya sekitar tahun 2022. Dulu ini melanjutkan generasi dari mertua, yang memang asli Kauman," ujar Iin saat ditemui di lapaknya di Kompleks Masjid Gedhe Kauman, Kraton, Kota Jogja, Kamis (20/8/2026).

Salah satu lapak sego gurih sekaten milik Iin asal Kampung Kauman, Kota Jogja di Kompleks Masjid Gedhe Kauman, Kraton, Kota Jogja, Kamis (20/8/2026)Salah satu lapak sego gurih sekaten milik Iin asal Kampung Kauman, Kota Jogja di Kompleks Masjid Gedhe Kauman, Kraton, Kota Jogja, Kamis (20/8/2026) Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Saat Hajad Dalem Sekaten 2026 ini, Iin sudah berjualan sejak Selasa (19/8). Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ia berjualan selama sepekan saat perayaan berlangsung.

"Setahun sekali saja, pas ada momen. Ini sudah dari kemarin (Selasa) sampai selesai malam tanggal 26, jadi tanggal 25 malam," lanjutnya.

Sego gurih sekaten sendiri berisi suwiran ayam, telur, kedelai goreng putih dan hitam, sambal pecel kering, udang kecil (rebon), serta lalapan. Satu porsi sego gurih cukup terjangkau yakni Rp 10 ribu.

"Untuk lauknya kenapa ini, kan dulu memang ada sejarahnya. Sego gurih ini kan juga untuk meramaikan ya kan kagungan Ngarsa Dalem. Kalau dulu katanya untuk syiar agama sebenarnya," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pembeli sego gurih asal Condongcatur, Sleman, Laksmi (52), mengaku cukup menantikan momen Hajad Dalem Sekaten ini untuk menyicipi sego gurih. Ia menyebut, hal ini sudah menjadi tradisi bagi keluarganya sejak dulu.

"Nggih tiap tahun hampir ke sini. Sudah dari zaman bapak saya dulu tiap Sekaten datang ke sini, buat makan sego gurih," ujar Laksmi kepada detikJogja.

"Mboten wonten alasan (khusus). Cuma ikut merayakan saja sambil dedunga semoga panjang umur dan sehat," pungkasnya.



(ams/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads