6 Oleh-oleh Khas Sleman yang Wajib Dicoba, Ada Buah-Hidangan Lezat

6 Oleh-oleh Khas Sleman yang Wajib Dicoba, Ada Buah-Hidangan Lezat

Nur Umar Akashi - detikJogja
Sabtu, 29 Nov 2025 12:26 WIB
Buah Salak Pondoh
Salak pondoh oleh-oleh khas Sleman. (Foto: Ari Saputra)
Jogja -

Kabupaten Sleman yang berada di sebelah utara Jogja sudah lama terkenal dengan kawasan Gunung Merapi dan Kaliurangnya. Namun, tahukah kamu bahwasanya Sleman juga punya sederet oleh-oleh?

Kekayaan gastronomi ini membuat wisatawan yang berlibur di Sleman bisa kembali ke rumah dengan tas terisi penuh. Variasinya pun banyak, tidak melulu manis sebagaimana erat dikaitkan dengan makanan-makanan khas Jogja.

Sebelum menentukan pilihan, detikers harus tahu macam-macamnya dahulu, bukan? Oleh karena itu, simak deretan oleh-oleh khas Sleman yang lezat dan murah meriah di bawah ini dahulu!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Oleh-oleh Khas Sleman, Wajib Dicoba!

1. Salak Pondoh

6 Oleh-oleh Khas Sleman yang Wajib Dicoba, Ada Buah-Hidangan LezatSalak pondoh. (Foto: Dok. Laman Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman)

Berbicara tentang Sleman, oleh-oleh pertama yang terlintas dalam pikiran pastilah salak pondoh. Dirujuk dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Sleman, buah satu ini mulai dibudidayakan warga Sleman sejak abad ke-20.

ADVERTISEMENT

Karakteristik khas salak pondoh adalah ukurannya yang lebih kecil. Warna kulitnya cokelat tua dengan sisik rapi nan rapat. Kelebihan utama salak pondoh adalah rasa manis alami, tidak sepat sama sekali. Aroma harum khas dan daging renyah juga menjadi daya tarik.

Untuk mendapatkan salak pondoh segar, detikers disarankan mengunjungi langsung daerah Turi. Bukan hanya segar, di sini, kamu mungkin bakal dapat harga lebih murah, lho!

2. Jadah Tempe

Jadah bacem on banan leaf. Jadah combined with tempe bacem. Indonesian food from yogyakarta.Jadah tempe. (Foto: Getty Images/iStockphoto/JokoHarismoyo)

Selanjutnya, ada jadah tempe yang terkenal dengan kekayaan rasanya. Menurut keterangan dari laman Kapanewon Ngaglik, jadah yang terbuat dari ketan dan kelapa menawarkan rasa gurih. Sementara itu, tempe bacem yang membersamainya menghadirkan sensasi manis.

Sering kali, jadah tempe disajikan dalam bungkus pisang. Tambahan beberapa butir cabai rawit memberi variasi rasa yang unik. Bayangkan saja, dalam satu hidangan, ada rasa manis, pedas, dan gurih sekaligus!

Sampai sekarang, masih banyak warung yang menjual jadah tempe. detikers bisa menemukannya dengan mudah di kawasan Kaliurang. Harganya murah, hanya 10 sampai 20 ribu rupiah saja.

3. Legondo

Legondo dari BorobudurLegondo. (Foto: Istimewa)

Sleman memiliki jajanan tradisional bernama legondo. Makanan ini dibuat menggunakan beras ketan yang dimasak, kemudian dibungkus dengan daun pisang. Agar tidak lepas, legondo diikat tali dari seratan bambu yang kokoh.

Dikutip dari buku Kuliner Jawa dalam Serat Centhini tulisan Wahjudi Pantja Sunjata dkk, beras ketan tadi diberi isian pisang raja. Buah yang memiliki rasa manis legit ini dipadukan beras ketan dengan kegurihannya. Kombinasi ideal!

Bagi yang berminat 'meminang' legondo, dapat coba mencari ke Desa Wisata Brayut, tempat asalnya. Legondo sendiri bukan jajanan yang umum ditemui karena sering kali hanya dibuat untuk acara tertentu. Namun, apa salahnya mencoba, bukan?

4. Keripik Belut

keripik belut dari yogyakartaKeripik belut. (Foto: Hanifah Ludfiana/detikcom)

Geser ke sebelah selatan dari Kaliurang, tepatnya di daerah Godean, detikers akan menemukan oleh-oleh berupa keripik belut. Bukan baru-baru ini saja, keripik belut di daerah ini sudah eksis sejak 1980-an menurut laporan Pipin Kusumawati dkk dalam jurnal Pringgitan berjudul 'Oleh-Oleh Makanan Khas Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Daya Tarik Wisata Gastronomi'.

Belut-belut sawah ditangkap, dibersihkan, lalu digoreng menjadi keripik. Rasanya gurih sedikit asin dengan tekstur renyah. Tak pelak bunyi 'kriuk' terdengar keras saat dimakan. Kini, sudah ada banyak variasi rasa keripik belut asal Godean, seperti balado dan pedas manis.

Keripik belut sangat cocok dijadikan oleh-oleh karena selain rasa lezatnya, camilan ini tahan lama. Dalam wadah tertutup, keripik belut bisa tahan berbulan-bulan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 20 ribuan saja per 250 gram.

5. Ayam Goreng Kalasan

Ayam Goreng KalasanAyam goreng kalasan. (Foto: detikfood)

Jika keripik belut adalah pendamping menu, maka ayam goreng kalasan merupakan menu utamanya. Ayam goreng kalasan disajikan utuh dengan kremesan yang enak. Guna menambah kelezatan, ada sambal terasi dan deretan sayur segar sebagai lalapan.

Dirujuk dari situs resmi Kalurahan Tirtomartani, ayam goreng kalasan tertua adalah milik almarhumah Mbok Berek. Sekarang, sudah banyak warung lain yang menjual ayam goreng kalasan. Satu hal yang pasti, ayam goreng kalasan menyimpan kenikmatan yang tidak ditemukan dalam sajian ayam lain. Wajib dicoba!

Ayam goreng kalasan sangat sesuai dibuat oleh-oleh karena menyimpan cita rasa khas Sleman. Namun, pertimbangkan waktu simpannya agar tidak basi di tengah jalan, ya, detikers!

6. Manisan Salak Pondoh

6 Oleh-oleh Khas Sleman yang Wajib Dicoba, Ada Buah-Hidangan LezatManisan salak pondoh. (Foto: Dok. Laman Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY)

Menyebut manisan, mungkin detikers akan langsung teringat carica asal Dieng. Menariknya, Sleman juga punya manisan sendiri. Bukan dari carica, tetapi salak pondoh!

Diproses dengan metode pengawetan sederhana, manisan salak pondoh punya rasa manis legit. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik manis bawaan salak pondoh itu sendiri. Selain manis, oleh-oleh ini memberikan sensasi segar saat dikonsumsi.

Karena diawetkan dan dikemas sedemikian rupa, manisan salak pondoh mampu mempertahankan kualitasnya selama berbulan-bulan. Mengacu harga di salah satu aplikasi e-commerce, per 6 cup, manisan ini dibanderol 20.000 rupiah saja. Pas untuk oleh-oleh!

Nah, itulah 6 oleh-oleh khas Sleman yang harus detikers ketahui. Dijamin lezat dan tidak mengecewakan!




(sto/aku)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads