Prestasi membanggakan ditorehkan oleh tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mereka sukses menciptakan inovasi usaha bernama TOFILOKA dan berhasil lolos Pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Tim berprestasi ini beranggotakan lima mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri UAD. Kelompok inovator muda tersebut diketuai oleh Muhammad Khairul Anam dengan anggota Mochamad Geren Wibisana, Adnan Bintang Nur F., Afifa Puspa Wardhana, dan Annida Shafa Salsabila.
Pencapaian pendanaan ini dinilai sebagai buah manis dari kerja keras tim dan kolaborasi erat bersama dosen pembimbing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide pengembangan bisnis ini berawal dari kepedulian para mahasiswa terhadap isu pelestarian alam dan potensi pariwisata daerah. Ketua tim TOFILOKA, Muhammad Khairul Anam menjelaskan lebih lanjut mengenai gagasan utama di balik produk buatan timnya.
"TOFILOKA hadir sebagai inovasi produk suvenir yang mengangkat konsep keberlanjutan. Produk ini memanfaatkan serat ampas tahu yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi berbagai suvenir bernilai estetika, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi," jelasnya Khairul dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
TOFILOKA Foto: dok. Universitas Ahmad Dahlan |
Gagasan kreatif tersebut berangkat dari persoalan minimnya pemanfaatan sisa produksi tahu yang berisiko mencemari lingkungan sekitar. Di sisi lain, kebutuhan wisatawan terhadap cendera mata khas Yogyakarta yang unik dan memiliki nilai cerita juga terus meningkat tajam. Kehadiran produk daur ulang ini pun diharapkan mampu menjawab kedua tantangan tersebut secara bersamaan.
"TOFILOKA hadir sebagai solusi dengan mengubah limbah ampas tahu menjadi produk suvenir bernilai jual. Selain mengurangi limbah, produk ini juga mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM," tambah Khairul.
Inovasi ini memiliki sejumlah keunggulan komparatif dibandingkan produk cendera mata pada umumnya. Produk ini menggunakan bahan baku limbah ramah lingkungan dengan mengusung desain berbalut identitas budaya khas Yogyakarta. Pengelolaannya sangat mendukung penerapan ekonomi sirkular dengan memberikan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.
Tidak hanya bernilai seni dan ekonomi, setiap karya buatan tim ini juga menyematkan pesan edukasi kepada masyarakat luas. Pesan edukasi tersebut menekankan pentingnya mendaur ulang barang sisa menjadi produk baru yang kaya manfaat. Pencapaian luar biasa ini sendiri diraih melalui serangkaian tahapan persiapan yang sangat intensif.
Tim mahasiswa secara proaktif melakukan riset pasar, pengembangan produk, penyempurnaan model bisnis, hingga konsultasi rutin dengan pihak program studi. Ke depannya, suntikan dana dari P2MW ini akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas sekaligus kapasitas produksi secara masif. Tim juga berencana memperluas jangkauan pemasaran secara Online maupun Offline, memperkuat Branding, dan menggandeng berbagai mitra strategis.
Usaha rintisan ini diharapkan mampu mandiri, berkelanjutan, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat luas. Produk kreatif tersebut juga ditargetkan dapat menjadi salah satu suvenir ikonik khas Yogyakarta yang dikenal oleh publik.

