Lalu Ary Kurniawan Hardi mencatatkan prestasi di Polandia. Sebab dia mendapatkan IPK sempurna, yakni 5,00 skala 5,00 di Nicolaus Copernicus University, Torun.
Dilansir detikEdu, ini bukan prestasi membanggakan pertama yang diraih Ary. Sebelumnya, dia menuntaskan pendidikannya di S1 FISIP Universitas Airlangga (Unair) dengan IPK 3,98.
Selain itu sebelum menghadapi Thesis Defense, dia juga sempat meraih gelar 'Best Student' untuk program magister di Nicolaus Copernicus University.
Dengan pencapaian yang gilang gemilang tersebut, Ary mengungkapkan sangat di luar ekspektasinya dengan proses pengujian yang intens.
"Sangat di luar ekspektasi, pertanyaannya sangat intens dan lumayan padat, lumayan 'daging-daging' gitu pertanyaannya. Alhamdulillah aku bisa melewati," ungkap Ary, Rabu (8/11/2023) ditulis Minggu (12/11/2023).
Diuji Pengacara Internasional
Pria kelahiran Mataram ini menuturkan, selama penulisan tesis dia dibimbing pengacara internasional yang juga bekerja di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Sedangkan pada proses Thesis Defense, dua penguji lainnya juga berprofesi pengacara internasional.
"Karena topik penelitianku ini 70% tentang hukum internasional dan 30% tentang ilmu politik. Jadi awalnya aku udah punya feeling akan dapat pertanyaan yang sangat judgemental karena mereka pengacara," tutur Ary.
Benar saja dugaannya. Selama Thesis Defense, Ary dicecar tiga pertanyaan berkaitan topik yang dia teliti.
Momen yang paling teringat olehnya terjadi pada pertanyaan terakhir. Ary diberikan pernyataan tentang topik serupa dengan penelitiannya tapi informasi itu tidak tertera di dalam tesisnya.
"Satu pertanyaan terakhir itu berasal dari pertanyaan yang memang satu topik dengan topik tesisku tapi informasinya tidak dicantumkan. Sehingga lebih menguji pemahaman teoritis kita," ungkapnya.
Topik apa yang Ary teliti bisa dibaca di halaman berikut:
(apu/apl)