Gerak Cepat Pemkab Sleman Perbaiki Jalan Berlubang di Berbah

Gerak Cepat Pemkab Sleman Perbaiki Jalan Berlubang di Berbah

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 30 Okt 2026 14:18 WIB
Sejumlah ruas jalan di Berbah, Sleman telah dilakukan pemeliharaan berkala oleh Pemkab Sleman, Kamis (29/10/2026).
Sejumlah ruas jalan di Berbah, Sleman telah dilakukan pemeliharaan berkala oleh Pemkab Sleman, Kamis (29/10/2026). (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Sleman -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman merespons sejumlah keluhan terkait jalan rusak dan berlubang, di antaranya ⁠di ruas Jalan Berbah-Prambanan dan Jalan Berbah Utara. Penanganan dilakukan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga peningkatan jalan.

Kondisi jalan rusak dan berlubang tersebut telah dilaporkan melalui kanal aduan via Lapor Sleman. Laporan tersebut pun telah ditindaklanjuti dengan survei kepemilikan aset dan akan diteruskan ke bidang terkait untuk bisa dilakukan pemeliharaan.

Pantauan detikJogja di dua ruas jalan tersebut pada Kamis (29/10) siang, menunjukkan sejumlah titik jalan telah mengalami penambalan. Di Jalan Berbah Utara, arus kendaraan terpantau cukup ramai, mulai dari kendaraan pribadi hingga kendaraan bermuatan besar. Sementara itu, Jalan Berbah-Prambanan cenderung lebih lengang dan didominasi kendaraan milik warga sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kegiatan pemeliharaan rutin, kita melakukan sepanjang tahun ya. Jadi setiap tahun kita ada kegiatan pemeliharaan rutin dengan target panjang di kisaran 400 kilometer," ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Suparman, saat ditemui detikJogja di kantornya, Jumat (30/10/2026).

"Total kita, ruas jalan kita ada 733,9 kilometer. Jadi, pemeliharaan rutin hanya untuk kegiatan yang dengan skala kerusakan ringan, seperti berlubang, retak, kemudian lapis aus yang hilang dan lain-lain," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Selain pemeliharaan rutin, Suparman mengatakan, DPUPKP Sleman juga memiliki program pemeliharaan berkala berupa pelapisan ulang atau overlay. Sementara itu, peningkatan jalan dilakukan untuk memperkuat struktur maupun menambah kapasitas jalan.

"Kemudian, ada kegiatan berkala. Berkala itu nanti sifatnya overlay (lapis ulang). Kemudian ada peningkatan jalan itu peningkatan kapasitas juga iya, peningkatan struktural juga iya. Peningkatan struktural misalkan dari apa? Karena beban kendaraannya itu berat, dari aspal ke beton. Kemudian untuk kapasitas, kita ada pelebaran dari dari 4 meter kita jadikan standar 5 meter atau 5,5 meter," jelasnya.

"Jadi nanti kondisi yang kita pakai itu di rusak ringannya. Jadi, rusak ringan itu nanti kita berlakukan untuk kegiatan pemeliharaan berkala. Itu nanti lapis ulang," lanjutnya.

Suparman menambahkan, penanganan jalan tidak hanya difokuskan pada kawasan wisata atau jalur kendaraan besar. Pemkab Sleman juga mengedepankan pemerataan pembangunan agar seluruh kapanewon mendapatkan penanganan.

"Terutama kita memprioritaskan untuk yang wisata. Wisata juga, iya, tapi juga kita mengedepankan juga pemerataan pembangunan. Jadi di seluruh kapanewon juga nanti akan tertangani," ujarnya.

Memasuki penghujung 2026, Suparman menyebut progres pekerjaan pemeliharaan berkala dan peningkatan jalan telah mencapai hampir 99 persen. Saat ini, pekerjaan tersebut tinggal memasuki tahapan serah terima.

"Untuk kegiatan berkala sama peningkatan kita sudah hampir 99 persen. Kita tinggal pelaksanaan untuk serah terimanya," tuturnya.

Salah satu ruas yang masuk usulan penanganan adalah Jalan Berbah Utara. Pihaknya juga telah menyiapkan Detailed Engineering Design (DED) untuk sejumlah ruas lainnya.

"Kalasan-Berbah sudah pakai IJD (proyek perbaikan jalan yang didanai APBN) kemarin. Kemudian yang ada di tengahnya itu Jalan Berbah Utara itu kita usulkan di tahun 2027," ungkapnya.

Warga Apresiasi Respons Penambalan Jalan

Upaya pemeliharaan jalan juga dirasakan warga di wilayah Berbah. Salah satunya Nuning, warga Tegaltirto, Berbah, Sleman yang menyebut pemerintah selama ini telah melakukan penambalan pada sejumlah titik jalan berlubang.

"Ini memang udah ditambal, dari kabupaten (pemkab) sih sering. Karena dulu emang rusak parah di sini," ungkapnya.

Meski begitu, ia berharap perbaikan tidak hanya sebatas tambal sulam, tetapi juga dilakukan dengan pengaspalan ulang agar kondisi jalan lebih mulus.

"Ya, penginnya halus semua, soalnya yang lain itu dihaluskan semua, enggak cuma tambal-tambalan aja," kata Nuning.'

Hal senada disampaikan Gandung, warga Jogotirto, Berbah, Sleman. Ia mengatakan penambalan jalan oleh pemerintah kabupaten sudah beberapa kali dilakukan, terutama ketika ditemukan lubang di sejumlah titik.

"Ya, kalau ini penanganannyaya cepat, waktu ada laporan soal jalan rusak, cepat," katanya.

"Dari dulu sebenarnya jalan ini rusak, tapi tiap ada yang bolong-bolong gitu, ditambal itu dari Pemkab. Hampir setiap tahun (pemeliharaan rutin), seingat saya sejak habis Covid kayak gini," pungkasnya.



(aku/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads