Desainer Muda Wakil PDI Perjuangan Jogja Tembus Babak Final Fatmawati Trophy

Desainer Muda Wakil PDI Perjuangan Jogja Tembus Babak Final Fatmawati Trophy

Adji G Rinepta - detikJogja
Minggu, 16 Agu 2026 17:21 WIB
Sarah Azzahra (baju hitam), desainer muda wakil PDI Perjuangan Kota Jogja, mengangkat piala dalam ajang Fatmawati Trophy di Semarang.
Sarah Azzahra (baju hitam), desainer muda wakil PDI Perjuangan Kota Jogja, mengangkat piala dalam ajang Fatmawati Trophy di Semarang. Foto: Dok. Istimewa
Jogja -

Sarah Azzahra, desainer muda wakil PDI Perjuangan Kota Jogja, berhasil menembus babak final nasional dalam ajang bergengsi Fatmawati Trophy. Sarah menyajikan konsep Busana Sumbu Kartika pada ajang yang digelar di Semarang, Jawa Tengah ini.

Sarah berhasil meraih posisi tiga besar pada Kurasi Region 7 di Semarang. Keberhasilan ini menegaskan komitmen DPC PDI Perjuangan Kota Jogja dalam membuka ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menembus ekosistem industri kreatif nasional.

Bersama kontingen dari Kabupaten Sleman dan Wonosobo, Sarah resmi mengantongi tiket untuk berlaga di babak final tingkat nasional kompetisi desain busana Fatmawati Trophy yang bakal digelar di Bali pada Oktober mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Eko Suwanto menyebut, capaian ini menunjukkan bahwa anak muda mampu berada di garda terdepan jika diberikan kesempatan yang tepat.

"Ini sebuah soft campaign dan inspirasi yang luar biasa di luar ekspektasi saya. Mereka, yang rata-rata usianya masih di bawah 25 tahun, menunjukkan bahwa yang muda bisa berada di depan dan menghasilkan sebuah karya berkualitas," ujar Eko dalam keterangannya, Minggu (16/8).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Ketua Komisi A DPRD DIY ini menekankan bahwa ajang Fatmawati Trophy bukan sekadar kompetisi peragaan busana atau kebaya tradisi semata. Melainkan, wadah untuk meresapi nilai sejarah dan spirit perjuangan Ibu Negara Fatmawati Soekarno saat menjahit Bendera Pusaka Merah Putih.

"Saya selalu berpesan kepada teman-teman muda, hikmati bagaimana Ibu Fatmawati menjahit Merah Putih. Setiap langkah di panggung harus membawa spirit Ibu Fatmawati, Bung Karno, dan Bung Hatta dalam memerdekakan Republik ini," tuturnya.

Eko berharap keberhasilan di sektor fesyen ini dapat didorong lebih jauh menjadi ekosistem industri kreatif yang terintegrasi di Kota Jogja, mulai dari tata busana, perias pengantin, hingga event organizer.

Sebagai bentuk dukungan konkret mematangkan persiapan menuju Bali, pihaknya berencana menggelar peragaan busana ruang terbuka di kawasan bersejarah di Kota Jogja.

"Sebelum berangkat ke Bali bulan Oktober, kita ingin buat pameran atau eksibisi outdoor di tempat bersejarah di Yogya. Ini jadi wadah latihan sekaligus berekspresi bagi anak-anak muda kita," ungkapnya.

Eko menerangkan rancangan 'Sumbu Kartika' karya Sarah Azzahra memadukan tiga elemen filosofi yang sarat kearifan lokal, meliputi Akar, Nyala, dan Cahaya

Kemudian, konsep tersebut, dipadukan secara khusus dengan motif Batik Nitik, sebuah warisan budaya sejak abad ke-18, sekaligus indikasi geografis khas Yogyakarta.

"Persiapannya cukup singkat, sekitar satu bulan. Motif saya buat seperti pantulan cahaya, merepresentasikan sosok Ibu Fatmawati. Dipadukan dengan Batik Nitik, menggunakan teknik titik-titik khas Yogya," ujarnya.

Karya tersebut diperagakan oleh deretan model belia, salah satunya Desvi Erinda, yang mengaku bangga dapat membawakan pesan perjuangan tersebut di atas panggung.

Melalui sinergi antara potensi anak muda, kearifan budaya lokal, dan komitmen pendampingan berkelanjutan, Kota Jogja optimistis mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat nasional sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah.

"Semoga di waktu yang ada menjelang Oktober nanti, Mbak Sarah bisa merevisi dan menyempurnakan detail desainnya agar kita bisa memberikan hasil terbaik dan menang di tingkat nasional," ungkap Desvi.



(adg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads