Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, tapi predikat itu tak lepas dari peran orang-orang yang bergerak di luar ruang kelas. Ada pengelola taman baca masyarakat yang berdiri dari swadaya warga, relawan komunitas literasi kampung, hingga penggerak perpustakaan keliling yang menjangkau anak-anak di pelosok Jogja dan sekitarnya.
Mereka bekerja tanpa hingar-bingar, kadang hanya bermodal rak buku sederhana dan semangat membangun budaya baca. Kini, dedikasi semacam ini punya jalan untuk diapresiasi secara nasional lewat DPD RI Awards 2026.
"Melalui DPD RI Awards 2026, DPD RI berharap semakin banyak sosok yang telah bekerja dan berkarya bagi masyarakat mendapatkan apresiasi sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," tulis DPD dalam keterangan resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari empat kategori yang dibuka pada DPD RI Awards 2026, kategori Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah menjadi yang paling relevan bagi para pegiat literasi. Kategori ini menyasar individu yang berdedikasi memperluas akses belajar masyarakat di luar jalur pendidikan formal.
"Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat," tulis DPD RI.
Cakupannya luas. Pengelola taman bacaan, penggerak komunitas literasi digital, hingga relawan pengajar yang membuka akses baca-tulis di daerah tertinggal, semuanya berpeluang untuk diusulkan lewat kategori ini.
DPD RI Awards 2026 juga membuka tiga kategori lain di luar pendidikan nonformal. Ketiganya adalah Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan, dan Pelestari Budaya Daerah, ditambah Special Recognition Awards bagi tokoh dengan kontribusi konsisten bagi daerahnya.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menjelaskan, ajang ini digagas untuk memberi panggung penghormatan bagi figur-figur inspiratif dari berbagai daerah. Menurutnya, mereka adalah sosok yang selama ini bekerja dan berkontribusi secara nyata tanpa sorotan publik nasional.
"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," ucap Sultan dalam DPD Awards tahun 2025 lalu.
Ia menilai masih banyak tokoh masyarakat yang menjadi penggerak perubahan dan kemajuan daerah di berbagai sektor strategis, tetapi belum memperoleh apresiasi yang memadai.
"Beberapa kategori pantas diberikan kepada orang daerah atau tokoh-tokoh daerah yang memang kontribusinya cukup signifikan," katanya.
Di Jogja, gerakan literasi akar rumput semacam ini sebenarnya tumbuh subur, hanya saja jarang mendapat sorotan luas. DPD RI Awards 2026 bisa jadi jembatan agar kerja-kerja sunyi para pegiat literasi lebih dikenal dan menginspirasi daerah lain.
Pendaftaran DPD RI Awards 2026 masih dibuka hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Usulkan sosok pegiat literasi di daerahmu melalui awards.dpd.go.id/nominasi.
