UMY Ekspansi Prodi Baru, Selaraskan Pendidikan dengan Dunia Industri

Nur Umar Akashi - detikJogja
Kamis, 23 Apr 2026 14:05 WIB
Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi (kanan) dan Sekretaris UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan (kiri) saat dialog dengan awak media di Kampus UMY, Bantul, Rabu (22/4/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Merespons dinamika dunia pendidikan yang kian meluas, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyiapkan tiga program studi baru untuk jenjang sarjana (S1). Ketiganya adalah Kecerdasan Buatan alias Artificial Intelligence (AI), Bisnis Digital, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi, Msc, mengatakan pembukaan program studi baru ini bertalian dengan situasi yang tidak kondusif.

"Di tengah situasi yang tidak kondusif itu, juga kita melakukan berbagai penambahan program-program studi. Program studi yang kita tambah dari S1 yang sudah kita buka adalah AI Kecerdasan Buatan, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, dan Bisnis Digital," ujar Achmad dalam Konferensi Pers yang digelar di Gedung AR Fachruddin A UMY, Rabu (22/4/2026).

Selain prodi S1, Prof Achmad juga menginformasikan pembukaan sederet program studi jenjang S2 alias magister.

"Di S2 akan kita buka Magister Teknologi Informasi, Magister Mesin, kemudian Pertanian, Pendidikan Agama Islam, kemudian Magister Farmasi," terang rektor masa bakti 2024-2028 itu.

"Kemudian di program studi doktor, kita sudah memperoleh izin untuk program studi Doktor Hukum dan akan kita buka lagi program studi Ilmu Hubungan Internasional dan Akuntansi," lanjutnya.

Sekretaris Universitas UMY, Dr Bachtiar Dwi Kurniawan menjelaskan pembukaan program studi baru UMY sebagai langkah krusial. Tujuannya adalah menghindarkan kejenuhan pada prodi-prodi konvensional.

"Kami menghadirkan inovasi yang selaras dengan teknologi. Tujuannya adalah meningkatkan minat masyarakat sekaligus menyediakan akses pendidikan yang relevan dengan masa depan," kata Bachtiar.

UMY Tambah Pendidikan Spesialis untuk Jawab Kekurangan Jumlah Dokter

Tak berhenti di bidang sarjana, UMY juga membuka pendidikan spesialis untuk menjawab kebutuhan dokter spesialis Indonesia yang masih kurang. Mengingat kebutuhan 50.000 dokter spesialis di Tanah Air.

"Selain itu juga kita membuka pendidikan spesialis sebanyak 12 pendidikan spesialis karena mendukung kebutuhan jumlah dokter spesialis di seluruh Indonesia yang kekurangan 47.000 dokter. Utamanya di daerah Kalimantan, Sulawesi, Papua, NTT, NTB, bahkan Sumatera," kata Achmad.

Adapun salah satu spesialis yang akan dibuka adalah gigi anak.

"Jadi UMY membuka 12 program studi spesialis dan akan dibuka lagi program spesialis gigi anak untuk Kedokteran Gigi," lanjutnya.

Harapannya, pembukaan program-program spesialis ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kekurangan dokter di rumah sakit teratasi dan pelayanan kesehatan berkualitas hadir.



Simak Video "Video: Rencana Apple Sematkan Gemini di Asisten Virtual Siri"

(par/aku)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork