UMY Buka 2 PPDS Baru: Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi

UMY Buka 2 PPDS Baru: Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikEdu
Sabtu, 07 Feb 2026 14:45 WIB
UMY Buka 2 PPDS Baru: Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi
Foto: UMY
Jogja -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yakni Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi. Hadirnya dua program studi tersebut menjadi komitmen UMY dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis.

Penetapan kedua program pendidikan itu melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang Izin Penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis di UMY.

Melalui terbitan izin tersebut, UMY dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi dan wajib menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran. Adapun ketentuan tersebut pelibatan fakultas kedokteran pembina, rumah sakit pendidikan, serta pelaksanaan evaluasi dan pengawasan berkala sebagaimana diatur dalam keputusan menteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UMYFoto: UMY

Wakil Rektor UMY Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., mengatakan pembukaan program studi Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi merupakan bagian dari pengembangan institusi yang telah disiapkan secara matang seiring dengan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas rumah sakit pendidikan.

ADVERTISEMENT

"Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY memiliki pengalaman panjang serta sumber daya manusia yang terus berkembang di berbagai bidang keahlian, termasuk ilmu kesehatan mata dan neurologi. Kesiapan ini menjadi landasan kuat bagi UMY untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis," ujar Faris dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Sabtu (7/2/2026).

Penyelenggaraan kedua PPDS anyar tersebut didukung oleh Rumah Sakit Pendidikan Utama PKU Muhammadiyah Gamping dan jejaring rumah sakit pendidikan lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjamin mutu pendidikan klinik bagi para peserta didik PPDS.

Faris mengatakan, kementerian menetapkan jumlah mahasiswa PPDS berdasarkan hasil evaluasi kesiapan institusi.

Pada tahap awal, kuota maksimal yang ditetapkan adalah sebanyak lima mahasiswa per semester untuk masing-masing program studi. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk menjaga kualitas pendidikan serta rasio ideal antara peserta didik dan pembimbing klinik.

Lebih lanjut, Faris mengatakan PPDS di UMY turut diarahkan untuk mencetak dokter spesialis yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta literasi teknologi dan analisis data. Seluruh aspek tersebut dikembangkan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menekankan kebermanfaatan dan dampak sosial.

"Spirit kami adalah menghadirkan pendidikan yang berdampak. Melalui PPDS ini, UMY ingin berkontribusi nyata dalam penguatan layanan kesehatan sekaligus pengembangan sumber daya manusia dokter spesialis di Indonesia," imbuhnya.

Dibukanya program studi Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi tersebut menambah daftar PPDS di UMY. Totalnya, UMY kini memiliki sebanyak 12 PPDS sehingga dapat memperkuat peran sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan kedokteran spesialis di tingkat nasional.

(akd/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads