Jakarta LavAni Livin' Transmedia mematangkan persiapan jelang Grand Final Proliga 2026. Tim asuhan David Lee tersebut membawa misi besar saat menghadapi Jakarta Bhayangkara Presisi, yakni menghentikan ambisi lawan meraih tiga gelar beruntun.
Laga final leg pertama antara LavAni vs Bhayangkara bakal berlangsung di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Jumat (24/4) pukul 19.00 WIB.
LavAni datang dengan modal positif usai menunjukkan performa konsisten sejak babak reguler hingga Final Four. Namun, mereka menyadari tantangan besar sudah menanti di final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Bhayangkara Presisi bukan lawan sembarangan. Mereka merupakan juara dalam dua musim terakhir dan kembali melaju ke final dengan kekuatan yang solid.
Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, memastikan kondisi tim dalam keadaan siap tempur. Ia menyebut seluruh pemain kini berada dalam kondisi prima setelah sempat mengalami gangguan kesehatan.
"Alhamdulillah semua pemain dalam kondisi baik. Memang sebelumnya ada sedikit gangguan kesehatan, tapi sejak kemarin hingga hari ini sudah pulih dan siap tampil di final," ujar Erwin, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, tim pelatih terus melakukan evaluasi untuk memaksimalkan performa jelang laga puncak. Analisis tak hanya dilakukan terhadap permainan LavAni, tetapi juga kekuatan Bhayangkara.
"Tim pelatih terus evaluasi, baik dari tim sendiri maupun lawan, untuk menentukan strategi terbaik," jelasnya.
Menghadapi Bhayangkara Presisi, kata Erwin, LavAni memberi perhatian khusus pada pemain asing lawan, Bardia Saadat. Menurutnya, pemain asal Iran itu bisa menjadi ancaman serius, terutama lewat servis dan serangan.
"Pemain asing mereka sangat berbahaya, terutama saat menyerang dan servis. Kalau dia sudah dapat momentum servis berturut-turut, itu bisa jadi ancaman besar. Jadi kami harus bisa langsung menghentikannya," tegasnya.
Meski demikian, Erwin menilai kekuatan pemain lokal kedua tim relatif seimbang. Karena itu, kunci pertandingan diprediksi akan ditentukan oleh kemampuan mengantisipasi pemain asing lawan.
"Untuk pemain lokal, saya rasa fifty-fifty dengan kita. Jadi kuncinya ada di bagaimana kita mengantisipasi pemain asing mereka," pungkasnya.
