Ketua Komisi A DPRD DIY sekaligus politikus PDIP, Eko Suwanto, menghadiri pemakaman pencipta lagu 'Darah Juang', Johnsony Marhasak Lumbantobing atau John Tobing di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman. Eko menyebut lagu ciptaan John Tobing menginspirasi para mahasiswa lintas generasi.
John Tobing berpulang di RSA UGM, Sleman, pada Rabu (25/2/2026). Adapun pemakamannya berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) usai disemayamkan di rumah duka Arimatea Bethesda Kota Jogja.
Eko mengenang John Tobing sebagai aktivis yang turut berjuang melawan rezim Orde Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua berduka atas wafatnya bang John Tobing, sosok aktivis yang membersamai gerakan perjuangan melawan otoritarianisme rezim Orde Baru, lagunya Darah Juang menginspirasi gerakan mahasiswa lintas generasi," kata Eko seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Sabtu (28/2/2026).
Eko menyebut lagu 'Darah Juang' menjadi api semangat dalam melawan rezim Orde Baru. Eko mengatakan, lagu tersebut menjaga api perlawanan kala dirinya bersama aktivis lintas kampus di DIY menuntut reformasi pada 1998.
"Lirik lagu ciptaan Bang John Tobing telah menggugah dan membawa kesadaran pentingnya terus berjuang untuk ibu pertiwi, membebaskan rakyat dari belenggu tirani. Rasanya sampai kini masih relevan terus disuarakan dinyanyikan bersama, selamat jalan Bang John Tobing, semangat juangmu akan terus hidup," pungkasnya.
Berikut lirik lengkap lagu 'Darah Juang'.
Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Padamu kami berjanji
(afn/afn)












































Komentar Terbanyak
Sultan HB X Angkat Bicara soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping