Susilo Den Baguse Ngarso, Sampai Kini Dunianya untuk Ketoprak dan Teater

Susilo Den Baguse Ngarso, Sampai Kini Dunianya untuk Ketoprak dan Teater

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 03 Sep 2026 08:41 WIB
Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (24/7/2026).
Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (24/7/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso ternyata tetap menggeluti dunia seni di masa tuanya. Ia menolak berhenti mengabdi untuk dunia seni peran.

detikJogja berkesempatan berbincang dengan Susilo di rumahnya di Mantrijeron, Kota Jogja, pada Jumat (24/7) lalu. Aktor yang dulu tiap hari nongol di televisi itu ternyata begitu bersahaja.

Ia nampak sederhana di usianya yang ke-67. Rambut dan kumisnya sudah memutih, jauh berbeda dengan masa lampau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya penampilannya, perkataannya pun seperti tak ada yang dibuat-buat. Panjang mendengar ceritanya soal seni peran cukup untuk membayangkan bagaimana rasa cintanya terhadap kesenian.

Mungkin itu juga yang membuatnya terus aktif di dunia seni hingga setengah abad sejak pentas pertamanya di tahun 1975. Hingga kini, pensiunan guru di SMKN 1 Bantul itu terus aktif di bidang seni khususnya di Jogja.

ADVERTISEMENT

Ia sempat berkelakar dengan mengatakan masa tuanya dihabiskan untuk menganggur. Meski begitu, ia menjelaskan hari-harinya saat ini tetap diisi dengan kegiatan kesenian.

"Sibuk nganggur, saya kan dari dulu nggak pernah pasang target," katanya.

"Tapi memang beberapa kali masih aktif lah ikut ketoprak, teater. Pensiun sudah 2019, terakhir mengajar di SMKN 1 Bantul itu," tutur Susilo.

Belum lama ini, Susilo juga sempat membantu mahasiswa yang hendak membuat pentas ketoprak. Ia bercerita, bukan sekali atau dua kali dirinya diminta bantuan kelompok yang ingin mengadakan pentas.

"Kemarin dari ISI mau bikin ketoprak ndilalah saya lagi senang ketoprak walaupun nggak diakui di orang-orang ketoprak ya rapopo wong nyatane aku nggak serius kok ning kono," ujarnya.

"Saya diminta membuat naskah, menjadi sutradara," sambungnya.

Ia juga menyebut beberapa kali mendapat undangan berbagi pengalaman dalam program siniar. Ia terlihat tetap antusias meski dunia teater di Jogja sekarang dinilai sudah beda.

"Proses berlatih tidak semarak dulu. Dua, dulu itu aku nggak ngerti karena jaman atau apa pentas tu nggak pernah mikir duit e, yo pentas, pentas wae. Kalau sekarang nggak ada uang nggak jalan. Sementara yg mensponsori atau mensubsidi nggak ada," katanya.

"Jadi hambatannya memang prosesnya nggak seliar dulu yang kedua kesempatan pentas sangat sempit," pungkasnya.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads