Roller Coaster Karier Den Baguse Ngarso Redup Kena Hoaks Singgung Pak Harto

Roller Coaster Karier Den Baguse Ngarso Redup Kena Hoaks Singgung Pak Harto

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 03 Sep 2026 08:10 WIB
Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso dalam Lukisan
Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso dalam Lukisan. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Popularitas Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso lewat sitkom Mbangun Deso ternyata pernah dibayar mahal. Di puncak kariernya pada pertengahan 1990-an, ia menjadi korban hoaks yang membuat sejumlah jadwal pentasnya dibatalkan.

Susilo mengenang sekitar 1994-1995 beredar kabar bohong yang mengatasnamakan dirinya. Hoaks itu menyebutkan dirinya melontarkan guyonan yang menghina Presiden Soeharto saat itu melalui perumpamaan gambar pada pecahan uang rupiah.

Padahal, ia menegaskan tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut, baik di atas panggung maupun di luar pertunjukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kena tidak hanya saya. Ada beberapa teman lainnya juga. Enam orang kena isu yang sama persis. Padahal enam-enamnya tidak pernah ngomong," kata Susilo saat ditemui detikJogja di kediamannya di Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, guyonan yang dituduhkan itu justru tidak masuk akal jika diucapkan pada masa Orde Baru karena risikonya sangat besar.

ADVERTISEMENT

"Wong itu ya ora (tidak) lucu kok. Zaman itu malah menakutkan. Ora cocok antara lucune karo risikone (tidak cocok antara lucunya dengan risikonya)," ujarnya.

Akibat kabar bohong tersebut, pekerjaan yang sudah dijadwalkan mendadak dibatalkan. Bahkan, belasan penyelenggara acara rela kehilangan uang muka yang telah dibayarkan karena takut mengundangnya tampil.

"Waktu itu saya lagi laris-larisnya pentas. Orang yang sudah kasih DP dan lebih baik kehilangan DP ada 12, yang sudah kasih DP lho. Yang belum kasih DP ya batal semua," tuturnya.

Tak hanya kehilangan pekerjaan, hoaks tersebut juga membuat banyak orang percaya jika dirinya dipenjara. Padahal, hal itu sama sekali tidak pernah terjadi.

"Bahkan teman saya ditanya orang, 'Kancamu sing jenenge Susilo kae dihukum pirang tahun?' Menyakitkan, nggak?" katanya.

Susilo pun sempat berusaha melawan kabar bohong itu. Saat tampil di sejumlah daerah, ia bahkan diminta menyampaikan langsung kepada penonton jika dirinya tidak pernah mengucapkan guyonan tersebut. Namun, ia mengaku canggung karena merasa seperti membela diri atas tuduhan yang tak pernah dilakukan.

Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (24/7/2026).Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (24/7/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

"Saya pernah diminta ngomong di panggung kalau saya tidak pernah bilang begitu. Tapi saya ya isin (malu). Masa saya dituduh terus saya yang harus ngomong tidak," ujarnya.

Upaya lain juga dilakukan dengan tetap menerima undangan pentas meski honornya dipangkas drastis. Harapannya, masyarakat bisa melihat langsung bahwa dirinya tidak dipenjara seperti yang beredar.

Namun usaha itu belum sepenuhnya menghapus stigma. Bahkan, saat berhenti di sebuah terminal seusai pentas, ia pernah diteriaki seseorang yang mengira dirinya baru bebas dari penjara.

"'Heh, wonge wis diapura! Saiki wis metu saka penjara! (Heh, dia sudah dimaafkan! Sekarang sudah keluar dari penjara)'," kenangnya.

Susilo mengenang hoaks itu masih terus menghantuinya hingga sekarang. Saat menjadi bintang tamu sebuah podcast yang tayang pada Juni 2026, ia kembali menemukan komentar warganet yang mengungkit isu tersebut.

"Ada yang komentar, 'Saya jadi ingat uang 500 dan 50.' Loro banget rasane saya. Sudah 31 tahun masih ada yang ingat itu. Saya benar-benar sakit hati," ungkapnya.

Bagi Susilo, pengalaman itu menjadi pelajaran jika kabar bohong bisa meninggalkan luka yang sangat panjang.

"Makanya saya sekarang paling tidak suka dengan hoaks. Saya sendiri pernah kena dampaknya," jelasnya.

'Pokoknya Aku Cinta Seni Peran, Titik'

Susilo sendiri mengaku tak pernah ambil pusing dengan karirnya. Menurutnya, karir di seni pertunjukkan yang selama ini dia jalani datang dengan berbagai kebetulan.

"Aku tidak pernah punya target harus punya penggemar sekian banyak atau karya saya hebat, nggak ada seperti itu. Aku pelaku seni wae aku senang kesenian, titik," ujarnya.

Kecintaan Den Baguse Ngarso kepada seni peran tumbuh tak lepas dari bagaimana seni pertunjukan menggeliat di Jogja pada masa kecilnya. Pria yang kini berusia 67 tahun itu menyebut di masa kecilnya, hampir setiap kampung memiliki sanggar atau kelompok teater.

Seni pertunjukkan pun tersedia di mana-mana sehingga ada banyak kesempatan bagi anak-anak muda belajar seni drama hingga tampil dalam pentas.

Ia sendiri mulai bergabung atau ikut bermain di kelompok teater sejak SD. Menurutnya, itu adalah hal yang umum pada masa itu anak-anak menghabiskan waktu di kelompok teater.

"Sini dulu tu tiap kampung ada bukan hebatnya kampung sini, bukan, memang tiap kampung ada," ujarnya.

Rasa cocok dengan pergaulan di kelompok teater membuatnya larut. Namun, baru pada masa SMA dirinya ikut terjun dalam pentas.

Sejak itu, ia tak pernah beristirahat untuk bermain seni peran. Apa yang ia mainkan pun beragam dari drama hingga ketoprak.

"Saya senang aja, tak latih ya nggak, ya dolan aja. Cenderung senang yang bentuk-bentuk dialog lama terus ikut teater itu ya dari grup ke grup sanggar ke sanggar. Bukan saya itu kuliah di bidang seni nggak. Jadi takoni teori ya nggak mudeng aku, cuma seneng wae aku, cuma nggak leren-leren," jelasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Resbob-Bigmo Berharap Damai dengan Azizah Salsha "
[Gambas:Video 20detik] (afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads