11 Dolanan Anak Tradisional Jogja Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda

11 Dolanan Anak Tradisional Jogja Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda

Adji G Rinepta - detikJogja
Minggu, 30 Agu 2026 16:01 WIB
Anak didampingi orang tuanya mencoba permainan tradisional saat Festival Dolanan Bocah 2026 di Dalem Joyokusuman Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2026). Acara tersebut digelar sebagai ruang bermain sekaligus belajar yang memperkenalkan nilai kebersamaan, kreativitas, dan warisan budaya kepada generasi muda. ANTARAFOTO/Maulana Surya/YU *** Local Caption ***
Ilustrasi dolanan anak. Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Jogja -

11 permainan atau dolanan anak tradisional asal kota Jogja ditetapkan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Menteri Kebudayaan. Berikut daftar 11 dolanan yang tergolong karya budaya tersebut.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Sertifikat penetapan WBTb oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo di Gerbang Barat Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Sabtu (29/8).

"Penetapan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap keberadaan dan nilai penting karya budaya yang tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat," jelas Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain memberikan pengakuan, status WBTb juga menjadi bagian dari upaya pelindungan agar karya budaya tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," sambung Sultan.

ADVERTISEMENT

Selain 11 karya budaya asal Kota Jogja, karya budaya asal kabupaten lain di DIY juga ditetapan sebagai WBTb. Rinciannya, Bantul enam karya budaya, Kulon Progo lima karya budaya, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat empat karya budaya, Sleman tiga karya budaya, serta Gunungkidul tiga karya budaya.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan 11 karya budaya dari Kota Jogja yang ditetapkan sebagai WBTb berupa dolanan atau permainan tradisional.

"Sebelas karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTb ini adalah dolanan atau permainan. Menurut saya sangat bagus, karena dolanan-dolanan ini juga tumbuh bersama dengan pendidikan khas Jogja," kata Hasto.

Hasto menilai keberadaan dolanan tradisional dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak. Menurutnya, bukan tidak mungkin dolanan-dolanan ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah sebagai upaya pelestarian.

"Melalui permainan, berbagai nilai seperti kebersamaan, kerja sama, sportivitas, kedisiplinan dan tanggung jawab dapat ditanamkan secara lebih dekat dengan kehidupan anak," jelasnya.

"Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seni dan tradisi, tetapi juga dapat diintegrasikan dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter," pungkasnya.

11 karya budaya Kota Jogja yang ditetapkan sebagai WBTb:

- Dolanan Sayang
- Dolanan Ingkling
- Sesorah Gaya Yogyakarta
- Rewang Yogyakarta
- Ukel Yogyakarta
- Bahu Dhanyang Yogyakarta
- Dolanan Dhingklik Oglak-Aglik
- Dolanan Lepetan
- Serabi Kocor Yogyakarta
- Jetungan Yogyakarta
- Gamparan Yogyakarta.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads