Penulis skenario film KPop Demon Hunters, Hannah McMechan, mengungkap faktor yang membuat film animasi tersebut meledak di pasar. Dia menyebut ada andil media sosial TikTok di balik kesuksesan film tersebut.
Dilansir detikPop, Hannah McMechan, membagikan cerita itu dalam ajang Sundance Film Festival 2026. Dalam panel diskusi Variety dan Adobe (26/1/2026), McMechan menyebut strategi pemasaran KPop Demon Hunters sebenarnya sangat minim.
"Sejujurnya, tidak ada pemasaran lain selain sebuah trailer." ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, komunitas pecinta K-Pop dan anime mengambil alih peran tersebut dengan cara yang luar biasa. Dia menyebut para fans dalam ekosistem penggemar KPop dan anime berperan besar dalam mengenalkan film tersebut.
Para fans disebut secara pribadi aktif membuat konten kreatif berupa fan edits, klip bergaya fancam untuk karakter animasi, hingga utas (threads) yang membedah teori-teori dalam film tersebut.
"Itulah alasan mengapa film ini meledak. Benar-benar murni karena orang-orang membuat edit di TikTok - dan kemudian semuanya menjadi sangat besar," ujar McMechan.
Dalam pembuatan film, McMechan dan timnya sejak awal sudah yakin bahwa jika mereka bisa menyajikan cerita yang autentik dan menghormati kultur K-Pop, para penggemar akan dengan senang hati mendukungnya.
"Kami percaya bahwa para fans akan benar-benar melahap ini jika kami melakukannya dengan benar," jelasnya.
"Kami semua adalah penggemar K-Pop, jadi sepanjang waktu kami berpikir: jika ini berhasil sampai ke telinga fans K-Pop, ini akan meledak. Tapi jika film ini terkubur dan tidak dipasarkan, mungkin tidak akan ada yang menontonnya."
Diketahui, KPop Demon Hunters benar-benar sukses di pasaran. Tak hanya meledak, film animasi ini juga mendapatkan pengakuan bergengsi di dunia perfilman.
Film ini berhasil meraih nominasi Oscar untuk kategori Best Animated Feature dan Best Original Song. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bagaimana pola konsumsi audiens pada 2026 telah berubah, di mana rekomendasi dari sesama penggemar di platform seperti TikTok bisa jauh lebih kuat daripada iklan tradisional.

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Alasan di Balik Ditutupnya Belasan Dapur MBG di DIY