Keraton Hadiningrat Ngayogyakarta akan menggelar Garebek Maulud sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam gelaran tahunan ini, terdapat sejumlah prosesi yang akan dijalankan oleh Keraton Jogja. Salah satunya menabuh gamelan Sekati.
Gamelan ini hanya dimainkan selama seminggu saat Garebek Maulud berlangsung. Abdi Dalem Wiyaga Kridhamardawa Keraton Yogyakarta, Mb Srikawuryan atau Arsa Rintoko menyebut ada dua jenis Gamelan Sekati yakni Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga. Kedua gamelan ini cukup bersejarah di Keraton Jogja.
"Gamelan Sekaten atau Sekati itu ada dua pangkon. Yang pertama Kanjeng Kyai Gunturmadu yang satunya Kyai Nagawilaga. Semuanya berlaraskan pelog," ujar Arsa saat dihubungi detikJogja, Jumat (29/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah dua gamelan tersebut pembuatnya berbeda. Yang lebih tua yakni gamelan Kyai Guntur Madu diciptakan di era Sultan Agung Hanyokrokusumo.
"Kemudian selang sekitar 1 abad berikutnya baru diciptakan putran atau mutrani yang istilahnya untuk menduplikat itu baru di era Sri Sultan Hamengku Buwono I abad ke-18 yang Nagawilaga," jelas Arsa.
Gamelan Kyai Gunturmadu saat prosesi Garebek Maulud ditempatkan di Pagongan Kidul dekat Masjid Gedhe Kauman pada bagian selatan. Kemudian yang Nagawilaga ditempatkan di Pagongan Lor di sebelah utara.
"Sebelumnya ditabuh dulu di Bangsal Ponconiti sebelum isya sampai 22.30. Baru nanti jam 23.00 dikirabkan menuju pagongan tadi," kata Arsa.
Arsa menambahkan, Gamelan Sekati ini ditabuh pada saat upacara sekaten. Itu hanya terjadi satu tahun sekali hanya seminggu saja.
"Pembagian tabuhan oleh abdi dalem niyaga Keraton Yogyakarta. Itu menabuh gamelan sekaten per sifnya itu dimulai jam 20.00 malam sampai nanti jam 24.00. Kemudian dilanjutkan jam 08.00 sampai terdengar azan Zuhur," jelasnya.
"Kemudian dimulai lagi jam 2 siang sampai 5 sore. Itu akhir dari setiap sif. Kemudian dilanjutkan sif berikutnya. Demikian selang-seling setiap pagongan dua kelompok selang-seling," ucap Arsa.
Hanya dipakai setahun sekali, abdi dalem Keraton Jogja secara rutin melakukan perawatan kepada gamelan Sekati. Setiap bulannya dilakukan siraman.
"Perawatan itu secara rutin ada seperti siraman dibersihkan. Kira-kira satu bulan sekali disiram. Ketika mau dipakai satu tahun sekali satu minggu itu ada pelarasan. Jadi distem dulu," ungkap Arsa.
"Untuk hari dan pasaran tidak ada pengkhususan. Abdi dalem yang membersihkan itu abdi dalem Inggol biasanya memilih hari Senin untuk membersihkan karena Senin itu hari libur keraton. Jadi ngepaske libur wisata keraton itu digunakan untuk siraman gamelan khususnya gamelan Sekati itu," lanjutnya.
Adapun Penghageng Kawedanan Rekso Suyos Keraton Jogja, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Kusumonegoro, juga menjelaskan gendhing yang dimainkan niyaga saat prosesi Garebeg Maulud.
"Gending yang dimainkan antara lain, Salatun, Subinah, Ngajatun, Sumiyah, Jaumi, Burung Putih, dan lain-lain," tutupnya.
(apl/ahr)
Komentar Terbanyak
Pengakuan Pacar-pacar Eks Dirut Taspen Kosasih, Dikado Mobil-Dibelikan Tas LV
Pihak Keluarga Sebut Persiapan Arya Daru ke Finlandia Tepis Anggapan Bunuh Diri
Hotel Syariah Ini Ditagih Royalti gegara Setel Rekaman Ngaji