Ratusan warung Madura menyebar di seantero Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk mendirikan toko Madura itu?
"(Modal awal) Ya per warung kalau kita kan 100 (juta) memang. Kalau kita, karena kita kan pakai kayak minimarket gitu loh sistemnya, kan pakai rak-raknya itu. Sewa (termasuk) modal awal itu," ungkap salah satu pemilik warung Madura, Heri Irawan, saat ditemui detikJogja pada Jumat (16/10/2026).
Heri termasuk salah satu pionir atau pelopor warung Madura di Jogja. Ia disebut sudah mempunyai lima warung kelontong yang tersebar di Sleman hingga Bantul.
Ia mengungkap pertama kali membuka warung Madura di kawasan Seturan, Depok, Sleman. Kala itu, belum banyak orang Madura yang membuka warung kelontong di Jogja. Keberadaan warung atau toko Madura ini baru merebak saat COVID-19.
"2017 kalau nggak salah, di Selokan Mataram itu, di Seturan. Iya buka sendiri itu," tuturnya.
"Kan setelah COVID orang Madura tuh ke sini. Waktu dulu saya sebelum COVID enak. Cari lokasi pun juga sendiri ya, gitu," sambungnya.
Ada 2 Jenis Bisnis Buka Warung Madura
Heri kemudian menjelaskan ada dua jenis bisnis dalam membuka warung Madura. Cara pertama adalah sistem cabang. Melalui sistem ini, dia merekrut setidaknya 2-3 karyawan untuk menjaga warung.
"Karyawan saya juga ada orang sini juga. Nggak (harus orang Madura), kita juga pakai orang sini juga. Saya sering pakai orang sini malah. Kalau orang sini ya sistem gaji kita, tetap sif-sif-an itu loh. Pakai sif, sif-nya 3 sif," ungkap Heri.
"Artinya juga memberikan ruang kerja lah. Kita juga ini terbuka kok. Ke orang mana pun juga kita ini, kemarin orang Magelang itu ada, ada orang Timur juga. Nah direkrut sebagai karyawan. Itu kan yang penting modalnya kita kan orang itu ya yang penting benar-benar mau kerja dan jujur," imbuhnya.
(apu/ams)