Sultan Dorong Kerajinan DIY Go International

Sultan Dorong Kerajinan DIY Go International

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 15 Jul 2026 19:09 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menghadiri Inacraft Festival 2026 di JEC, Bantul, Rabu (15/7/2026).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menghadiri Inacraft Festival 2026 di JEC, Bantul, Rabu (15/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, mendorong kualitas hasil kerajinan di DIY naik kelas agar menembus pasar Internasional. Hal itu disampaikan Sultan saat menghadiri Inacraft Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC) Bantul.

Sultan mengatakan, Inacraft Festival 2026 hampir sama dengan SiBakul. SiBakul Jogja atau Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan UKM adalah platform digital dari Dinas Koperasi dan UKM DIY.

"Inacraft itu kan juga yang punya anggota SiBakul. Jadi bagaimana kita memfasilitasi standarisasi produk sama ongkos kirim, kan mobilitas itu terjadi seperti SiBakul itu, sehingga bisa naik kelas," kata Sultan di JEC, Banguntapan, Bantul, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kalau tidak didasari kualitas yang makin bagus kan susah untuk internasional," sambungnya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menghadiri Inacraft Festival 2026 di JEC, Bantul, Rabu (15/7/2026).Gubernur DIY Sri Sultan HB X menghadiri Inacraft Festival 2026 di JEC, Bantul, Rabu (15/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Ngarsa Dalem menyebut kehadiran delegasi dari luar negeri di Inacraft adalah bukti bahwa kerajinan bukan sekadar produk ekonomi, melainkan bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan budaya.

Tema Inacraft tahun ini adalah 'Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia'. Menurut Sultan, pemilihan tema tersebut bukanlah kebetulan.

"Filosofi Hamemayu Hayuning Bawana mengandung ajaran untuk senantiasa memperindah dan memelihara keharmonisan dunia. Nilai ini relevan dengan semangat kerajinan itu sendiri," ucapnya.

Sultan mengatakan, setiap produk kerajinan lahir dari ketelitian tangan, kesabaran proses, dan penghormatan terhadap material serta tradisi. Dalam skala yang lebih luas, nilai tersebut menjadi fondasi bagi terciptanya harmoni antarbangsa melalui jalur perdagangan dan budaya yang saling menghargai.

"Karena itu, Jogja bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang ini, dan berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan kerajinan, budaya, dan pariwisata di tingkat global," katanya.

Inacraft Festival 2026 juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Terlebih, kerajinan Jogja dengan kekayaan motif batik, ukir, gerabah, dan perak, memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain.

"Festival internasional seperti ini, menjadi jembatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan tersebut kepada pasar global, sekaligus membuka peluang kemitraan dagang yang berkelanjutan bagi para perajin dan pelaku usaha kecil menengah," ujarnya.



(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads