Karhutla 2023 Pacu BPBD DIY Lebih Siap Hadapi Ancaman El Nino Tahun Ini

Karhutla 2023 Pacu BPBD DIY Lebih Siap Hadapi Ancaman El Nino Tahun Ini

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 15 Jul 2026 09:28 WIB
Kantor Pusdalops BPBD DIY
Kantor BPBD DIY. Foto: dok detikcom
Jogja -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyiapkan strategi mencegah Karhutla menyambut fenomena El Nino tahun ini. Kebakaran hutan besar di Jogja 2023 dan 2024 menjadi pemicu BPBD lebih siap.

Sebagai informasi, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di atas rata-rata normal. Kondisi ini memicu kekeringan ekstrem hingga peningkatan suhu udara panas.

Analis Kebakaran Ahli Muda pada Bidang Damkarmat BPBD DIY, Mahujud mengatakan, hingga awal musim kemarau ini belum ada kejadian Karhutla di wilayah DIY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini di musim kemarau ini tidak ada kejadian karhutla di wilayah Kawasan hutan negara di DIY, semoga tidak akan pernah terjadi," jelas Mahujud saat dihubungi detikJogja, Selasa (14/7/2026).

ADVERTISEMENT

Meski begitu, potensi Karhutla di DIY saat musim kemarau tetap masih mengintai. Kata Mahujud, tercatat kejadian kebakaran hutan di wilayah DIY pada tahun 2023 dan 2024.

Pemicu utamanya, lanjutnya, adalah pembakaran sisa tanaman atau sampah hasil pembukaan lahan yang dilakukan oleh petani.

"Tahun 2023 pernah terjadi kebakaran lumayan besar di wilayah kawasan hutan RPH kokap, BDH kulon Progo-Bantul. Untuk Gunungkidul ada kejadian lumayan besar juga di tahun 2024 di wilayah RPH Candi, BDH Karangmojo," paparnya.

"Pemicu utama adalah petani penggarap di dalam kawasan hutan yang membakar seresah untuk membersihkan lahan," sambung Mahujud.

Guna meminimalisir dan mencegah Karhutla terjadi lagi, Mahujud bilang, BPBD DIY pun menyiapkan berbagai upaya. Salah satunya yakni melibatkan kelompok relawan binaan BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Upaya yang sudah dilakukan, mengingatkan kembali pada personil di lapangan dan anggota MPA yang sudah terbentuk untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap pembakaran lahan oleh petani dengan patroli secara mandiri," ujarnya.

"Sosialisasi pada tokoh tokoh masyarakat dan pamong kalurahan di sekitar kawasan hutan yg bbrp waktu lalu rawan kejadian karhutla," pungkas Mahujud.

Diberitakan detikEdu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan El Nino sudah memasuki kategori kuat di Indonesia. Fenomena ini akan berpengaruh pada distribusi curah hujan.

"Namun perlu dipahami bahwa El NiΓ±o dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda. Musim kemarau merupakan siklus tahunan, sedangkan El NiΓ±o terjadi secara periodik dan dapat memperkuat kondisi kering ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau," ujar KepalaBMKG,Teuku FaisalFathani, dalam laman BMKG dikutip Kamis (2/7/2026).

BMKG memperkirakan El Nino 2026 akan berlangsung selama 9 hingga 12 bulan. Kendati demikian, tidak berarti Indonesia akan mengalami kemarau sepanjang periode tersebut.

"Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El NiΓ±o, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau. Pada periode itulah curah hujan menjadi lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan," jelasnya.



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads