Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) atau bahan pangan secara umum dapat bergeser tiap hari. Perubahan harga tersebut mesti diketahui masyarakat luas agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Selasa (30/12/2025) pukul 12.21 WIB, bawang merah turun lagi menjadi Rp 44.750 per kilogram. Sebagai informasi, harganya merosot dari Rp 46.750 menjadi Rp 45.250 kemarin.
Cabai rawit merah juga bernasib sama dengan bawang merah. Grafik PIHPS menulis satu kilogramnya turun 750 rupiah, terhitung dari Rp 55.000 menjadi Rp 54.250. Rata-ratanya di seluruh wilayah Indonesia juga turun hari ini, dari Rp 69.750 menjadi Rp 65.350/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anteng sepekan terakhir, cabai merah keriting mendadak anjlok. Tidak tanggung-tanggung, harganya menyusut 10%, terbilang dari Rp 50.000 menjadi Rp 45.000 sekilo. Pada awal Desember 2025 lalu, harganya sempat menyentuh level Rp 70.000.
Berlainan dengan rawit merah yang terus bergerak menjadi lebih murah, rawit hijau justru melonjak. Kemarin turun dari Rp 67.500 menjadi Rp 66.250, hari ini, harganya ngegas 5,66% jadi Rp 70.000 per kilogram. Ini adalah harga termahal rawit hijau sejak Desember dimulai.
Perlu diketahui, per 30 Desember 2025, rawit hijau termahal ada di Kalimantan Utara (Rp 97.500), sedangkan termurahnya di Sulawesi Selatan (Rp 25.150). Reratanya untuk keseluruhan di Indonesia adalah Rp 63.000.
Perlu dipahami bahwasanya PIHPS menggunakan rata-rata harga dari Pasar Beringharjo dan Kranggan untuk basis datanya. Informasi lengkap harga sembako Jogja hari ini 30 Desember 2025 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 30 Desember 2025 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Turun dari Rp 45.250 menjadi Rp 44.750/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 39.500/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Rp 55.000/kg
- Cabai merah keriting: Turun dari Rp 50.000 menjadi Rp 45.000/kg
- Cabai rawit hijau: Naik dari Rp 66.250 menjadi Rp 70.000/kg
- Cabai rawit merah: Turun dari Rp 55.000 menjadi Rp 54.250/kg
- Daging ayam ras segar: Rp 38.500/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.250/kg
- Gula pasir lokal: Rp 17.000/kg
- Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Rp 30.750/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Selasa, 30 Desember 2025. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
(par/dil)












































Komentar Terbanyak
Inara Rusli Ungkap Proses Damai dengan Insanul Fahmi: Bagaimanapun Suami Saya
Kala Bakul Sate di Kawasan Malioboro Ditertibkan Satpol PP
Viral Wisatawan Keluhkan Harga 3 Porsi Gudeg-Es Teh Rp 85 Ribu di Malioboro