- Kenapa IHSG Turun Hari Ini? Ini Penyebabnya
- Dampak Penurunan IHSG 1. Melemahnya Kepercayaan Investor 2. Aksi Jual Massal di Pasar Saham 3. Dampak pada Pendapatan Negara 4. Hambatan Pendanaan Infrastruktur 5. Ketergantungan pada Utang Pemerintah 6. Penyesuaian Belanja Negara 7. Risiko Gejolak Sosial dan Politik 8. Tekanan pada Sektor Keuangan dan Perbankan 9. Dampak bagi Industri Asuransi dan Dana Pensiun
Kenapa IHSG turun hari ini menjadi pertanyaan banyak investor dan masyarakat, terutama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat melemah signifikan pada Jumat, 29 Agustus 2025. Pergerakan ini memicu perhatian publik karena mencerminkan tekanan di pasar modal yang bisa berdampak lebih luas pada perekonomian.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG pada sesi I perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, bergerak turun sejak pembukaan. Pukul 09.05 WIB, IHSG melemah 1,24% ke level 7.853, kemudian terus menurun ke level 7.870 pada pukul 09.53 WIB.
Tak berselang lama, indeks anjlok lebih dalam hingga 7.771, dengan tercatat 662 saham melemah, 89 saham menguat, dan 49 saham stagnan. Penurunan ini juga sejalan dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 278,61 miliar pada perdagangan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memahami faktor yang memicu tekanan ini dan dampaknya terhadap pasar serta investor, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Kenapa IHSG Turun Hari Ini? Ini Penyebabnya
Dikutip dari laporan detikFinance serta CNBC, IHSG pada 29 Agustus 2025 ditutup melemah karena kombinasi faktor teknikal, sentimen domestik, serta pergerakan dana asing. Dari sisi teknikal, indeks gagal bertahan di level psikologis 8.000 yang selama ini menjadi patokan penting bagi investor. Bahkan, IHSG juga tidak mampu menjaga support di kisaran 7.900, yaitu batas bawah yang biasanya berfungsi sebagai lantai penahan agar indeks tidak jatuh lebih jauh.
Kondisi ini membuat momentum bullish atau tren optimis pasar mulai melemah. Selama dua kali berturut-turut IHSG gagal menembus level 8.000, sehingga tanda-tanda kepercayaan diri investor semakin berkurang. Jika tekanan jual masih berlanjut hingga menembus 7.800, maka ada risiko indeks masuk ke fase konsolidasi bearish, yaitu periode di mana pasar bergerak cenderung menurun dengan suasana pesimis dan aktivitas perdagangan lebih hati-hati.
Faktor domestik juga berperan cukup besar. Aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar. Sentimen ini memicu aksi jual terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Data perdagangan menunjukkan saham yang melemah lebih banyak daripada yang menguat, sehingga indeks tidak mampu ditopang.
Di sisi lain, pelemahan rupiah dan arus keluar dana asing turut memperberat tekanan. Meski nilai jual asing tidak terlalu besar, pasar melihat tren net sell dalam dua hari terakhir sebagai sinyal kehati-hatian investor global. Pada perdagangan sebelumnya asing tercatat melakukan net sell Rp 278,61 miliar.
Secara historis, bulan September sering kali menjadi periode koreksi bagi IHSG. Koreksi sendiri berarti penurunan harga setelah sebelumnya mengalami kenaikan, biasanya terjadi karena investor mengambil keuntungan atau pasar sedang menyesuaikan diri. Pola musiman ini membuat banyak pelaku pasar lebih berhati-hati menjelang pergantian bulan.
Dampak Penurunan IHSG
Pasar modal selalu menjadi barometer penting kesehatan ekonomi sebuah negara. Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dalam waktu singkat, dampaknya tidak hanya dirasakan di lantai bursa, tetapi juga menjalar ke berbagai sektor perekonomian. Berikut beberapa dampak yang paling menonjol dari penurunan IHSG yang dipaparkan di laman resmi Kementerian Keuangan, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
1. Melemahnya Kepercayaan Investor
Kepercayaan adalah faktor kunci dalam pergerakan pasar modal. Ketika IHSG terjun bebas, investor domestik maupun asing cenderung menarik dana mereka dan mencari peluang di negara lain.
Fenomena capital outflow ini membuat aliran investasi masuk menurun, sehingga mempersempit ruang bagi perusahaan untuk mendapatkan modal segar. Selain itu, pergeseran dana asing ke pasar regional lain memperlihatkan bahwa Indonesia harus bersaing lebih keras dengan negara tetangga seperti Vietnam atau Thailand dalam menarik investasi.
2. Aksi Jual Massal di Pasar Saham
Penurunan IHSG biasanya diikuti dengan panic selling, terutama oleh investor asing yang lebih cepat bereaksi terhadap risiko. Lonjakan net sale dapat memperdalam pelemahan pasar sehingga menekan harga saham secara lebih luas.
Bagi perusahaan yang bergantung pada pasar modal untuk ekspansi, kondisi ini membuat mereka sulit memperoleh dana. Akibatnya, rencana investasi jangka panjang bisa tertunda, bahkan dibatalkan jika volatilitas berlangsung lama.
3. Dampak pada Pendapatan Negara
Kinerja pasar modal berhubungan erat dengan penerimaan negara, khususnya dari pajak perusahaan dan dividen BUMN. Ketika harga saham jatuh dan profitabilitas perusahaan menurun, kontribusi terhadap kas negara juga ikut tergerus.
Dalam jangka panjang, pendapatan negara yang melemah bisa menimbulkan tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah pun harus mencari sumber pembiayaan lain untuk menutup kekurangan, yang sering kali berujung pada peningkatan utang.
4. Hambatan Pendanaan Infrastruktur
Banyak proyek infrastruktur di Indonesia dijalankan dengan skema kerja sama investasi, baik melalui pasar modal maupun investor asing. Penurunan IHSG mengurangi minat investor untuk menanamkan modal pada proyek-proyek tersebut. Hambatan pendanaan ini berpotensi menunda pembangunan infrastruktur strategis, yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
5. Ketergantungan pada Utang Pemerintah
Ketika penerimaan negara berkurang dan investasi asing menurun, pemerintah terpaksa meningkatkan utang untuk membiayai belanja negara. Ketergantungan yang lebih besar pada pinjaman membuat beban pembayaran bunga dan cicilan semakin berat. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat, situasi ini bisa memperburuk defisit dan mengganggu keberlanjutan fiskal.
6. Penyesuaian Belanja Negara
Dalam kondisi pasar modal yang tidak stabil, pemerintah biasanya mengalihkan anggaran dari sektor non-prioritas ke program-program inti seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Kebijakan ini diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan dasar, tetapi di sisi lain bisa membuat pembangunan di sektor lain terhambat. Penundaan proyek dan pemangkasan anggaran berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.
7. Risiko Gejolak Sosial dan Politik
Ketidakpastian ekonomi sering kali berdampak pada aspek sosial dan politik. Penurunan IHSG yang berkepanjangan dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatkan pengangguran, dan memicu keresahan sosial. Kondisi ini membuat stabilitas politik ikut terancam, karena kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa melemah. Dalam skala lebih luas, gejolak semacam ini dapat menjadi penghambat besar bagi investasi baru.
8. Tekanan pada Sektor Keuangan dan Perbankan
Penurunan IHSG sering kali berimbas pada industri keuangan. Bank, manajer investasi, dan lembaga sekuritas menghadapi risiko kerugian karena nilai aset yang mereka kelola ikut turun.
Kondisi ini membuat perbankan lebih berhati-hati menyalurkan kredit, sehingga akses pembiayaan bagi dunia usaha semakin terbatas. Efek domino pun bisa muncul, karena dunia usaha kesulitan berkembang tanpa dukungan pembiayaan yang memadai.
9. Dampak bagi Industri Asuransi dan Dana Pensiun
Perusahaan asuransi dan pengelola dana pensiun banyak menempatkan investasinya di pasar saham. Jika IHSG merosot tajam, nilai portofolio mereka ikut tergerus. Dalam jangka panjang, penurunan ini bisa memengaruhi kemampuan mereka membayar klaim atau memberikan imbal hasil kepada nasabah. Bagi jutaan pekerja yang mengandalkan dana pensiun untuk hari tua, hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan masa depan finansial mereka.
Jadi, itulah tadi penyebab kenapa IHSG turun hari ini serta dampak penurunan IHSG yang berpengaruh besar bagi banyak pihak. Semoga penjelasan di atas bermanfaat!
(sto/dil)
Komentar Terbanyak
Pengakuan Pacar-pacar Eks Dirut Taspen Kosasih, Dikado Mobil-Dibelikan Tas LV
Pihak Keluarga Sebut Persiapan Arya Daru ke Finlandia Tepis Anggapan Bunuh Diri
Hotel Syariah Ini Ditagih Royalti gegara Setel Rekaman Ngaji