Gempa Beruntun Terjadi di Gunungkidul Siang Ini

Gempa Beruntun Terjadi di Gunungkidul Siang Ini

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 29 Okt 2026 16:35 WIB
Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa. Foto: Getty Images/kickers
Gunungkidul -

Gempa beruntun dengan kekuatan magnitudo (M) 2,5 hingga M 3,7 terjadi di Gunungkidul pada siang ini. Berikut data selengkapnya.

Pantauan detikJogja dari siaran BMKG di media sosial hari ini, gempa beruntun di Gunungkidul tercatat mulai pukul 11.28 WIB hingga pukul 14.32 WIB.

"Info Gempa Mag:3.7, 29-Oct-2026 11:28:22 WIB, Lok: 9.33 LS - 110.38 BT, 151 km Selatan GUNUNGKIDUL-DIY, Kedlmn: 10 km ::BMKG," tulis BMKG melalui siaran di media sosial, Kamis (29/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 40 menit berselang, tercatat ada gempa kedua dengan kekuatan magnitudo (M) 3,4 di Gunungkidul

"Info Gempa Mag:3.4, 29-Oct-2026 12:08:38 WIB, Lok: 9.09 LS - 110.47 BT, 123 km Selatan GUNUNGKIDUL-DIY, Kedlmn: 10 km ::BMKG," tulis BMKG.

ADVERTISEMENT

Tidak lama kemudian, tercatat ada gempa ketiga, keempat, dan kelima di Gunungkidul dengan kekuatan masing-masing magnitudo (M) 2,6. Gempa ketiga tercatat pada pukul 12.22 WIB. Lokasinya di 9.24 LS - 110.29 BT, 143 km Selatan Gunungkidul, kedalaman 7 km.

Gempa keempat tercatat pukul 12.25 WIB. Lokasinya di 9.16 LS - 110.34 BT, 133 km Selatan Gunungkidul, kedalaman 10 km. Gempa kelima tercatat pukul 12.34 WIB, lokasinya di 9.37 LS - 110.35 BT, 156 km Selatan Gunungkidul, kedalaman 14 km.

Hampir sejam berselang, terjadi gempa keenam dengan kekuatan magnitudo (M) 2,7 pada pukul 14.28 WIB.

"Info Gempa Mag:2.7, 29-Oct-2026 14:28:23 WIB, Lok: 9.30 LS - 110.35 BT, 148 km Selatan GUNUNGKIDUL-DIY, Kedlmn: 50 km ::BMKG," tulis BMKG.

Empat menit kemudian, tercatat gempa ketujuh dengan kekuatan M 2,5 pada pukul 14.32 WIB.

"Info Gempa Mag:2.5, 29-Oct-2026 14:32:22 WIB, Lok: 9.15 LS - 110.31 BT, 133 km Selatan GUNUNGKIDUL-DIY, Kedlmn: 9 km ::BMKG," tulis BMKG.

Belum diketahui apakah gempa ini menimbulkan dampak kerusakan atau adanya korban.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.



(dil/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads